Apa yang dilihat publik dari timnas biasanya hanya 90 menit di lapangan. The Longest Wait, menurut Erick Thohir, memperlihatkan sisanya: keluarga, identitas, dan pengorbanan.
Ketua Umum PSSI itu mengapresiasi film dokumenter perjalanan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Indonesia usai gala premiere di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Baginya, kekuatan film ini terletak pada sisi humanisnya. Para pemain digambarkan sebagai manusia biasa yang membutuhkan sistem dukungan, bukan sekadar atlet yang dituntut menang.
Wajah-wajah di Balik Cerita
Beberapa cerita yang disebut Erick memberi gambaran itu: Yakob Sayuri yang menghadapi tekanan setelah kesalahan, keluarga Beckham Putra yang berkorban, serta kontribusi Rizky Ridho dan Marselino Ferdinan.
Pemain abroad seperti Jay Idzes, Kevin Diks, dan Calvin Verdonk juga disorot, dengan perjuangan menyeimbangkan perjalanan, latihan, dan pertandingan.
Lebih dari Sekadar Film
Peluncuran film yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, menurut Erick, memperkuat pesan persatuan meski latar belakang pemain berbeda-beda.
Dengan begitu, The Longest Wait tidak hanya mendokumentasikan kualifikasi, tetapi juga mengingatkan bahwa tim nasional dibangun oleh manusia dengan cerita masing-masing.