⌂ Beranda News Review Absolute Batman #21: Aksi Padat Namun Terburu-buru

Review Absolute Batman #21: Aksi Padat Namun Terburu-buru

Review Absolute Batman #21: Aksi Padat Namun Terburu-buru
A A Ukuran Teks16px

Absolute Batman masih menjadi salah satu komik paling populer saat ini. Sejak debutnya di akhir 2024, seri ini terus melaju tanpa henti.

Arc terbaru bahkan menghadirkan Scarecrow, para Robin, perubahan besar pada asal-usul Batman, hingga kematian sekutu penting. Absolute Batman #21 membuktikan komitmennya untuk terus memacu adrenalin pembaca.

>>> Pokemon Champions Hadirkan 16 Mega Baru dan Item Anyar di Regulation M-B

Namun, kecepatan dan intensitas yang menjadi kekuatan utama justru mulai menjadi kelemahan.

Edisi ini mencakup terlalu banyak hal, sehingga meninggalkan rasa kurang—bukan karena ingin lebih, melainkan karena semuanya terasa terburu-buru.

Perkembangan yang Terlalu Cepat

Edisi ini dibuka dengan pertarungan Batman melawan para Robin. Adegan tersebut spektakuler, memperlihatkan kebrutalan dan kondisi mental Batman yang goyah.

Namun, pertarungan itu lebih pendek dari yang dibayangkan. Hanya memakan kurang dari setengah halaman, padahal diperkirakan akan mendominasi sebagian besar isi komik.

Ironisnya, aksi sesungguhnya justru terjadi di luar pertarungan.

Momen paling intens adalah percakapan teman-teman Bruce di luar pemakaman Gordon, dan pertemuan pertama Bruce dengan Jack Grim di siang bolong.

Pertemuan pertama Batman dengan Joker sangat menakutkan. Joker muncul kapan saja, di mana saja, untuk menghancurkan hidup Bruce—hanya karena ingin menyiksanya sampai bosan.

Namun, momen klimaks ini terasa terlalu dini.

Arc ini sudah memberikan begitu banyak hal, sehingga pengenalan terus-menerus terhadap keluarga Batman dan galeri penjahat mulai terasa membingungkan.

Seri ini tidak pernah melambat, kecuali untuk kilas balik masa kecil Bruce.

Momen-momen itu membantu mengikat cerita pada inti emosional, tetapi secara keseluruhan, seri ini membutuhkan lebih banyak ruang untuk bernapas.

Dengan begitu banyak peristiwa yang terjadi, tidak ada yang punya waktu untuk meresap.

Menyimpan pertemuan pertama Batman dan Joker untuk waktu yang berbeda mungkin akan memberikan dampak yang lebih besar.

>>> Attack on Titan Kembali Hadir Sebelum Acara Besar Studio MAPPA

Seni yang Menekan dan Klaustrofobik

Nick Dragotta terus meningkatkan level seri ini. Gambarnya dan cerita Scott Snyder adalah paduan sempurna, dan arc ini menjadi contoh utama keterampilan teknis Dragotta.

Arc ini penuh dengan ketakutan, dan hal itu terlihat dari panel-panel kecil dan sempit yang sering berupa close-up karakter.

Penataan panel yang ketat ini tidak hanya menyampaikan aksi besar, tetapi juga membuat pembaca merasa terkurung dan cemas.

Beberapa halaman penuh dan gambar berskala besar menjadi lebih berdampak.

Panel-panel kecil itu padat dengan detail, seperti tembakan Jason yang merobek bangunan atau upaya terakhir Harley menyelamatkan Batman.

Pewarnaan sepia pada halaman kilas balik memberikan kesan tua yang menyenangkan.

Desain karakter Two-Face dan Penguin juga patut diacungi jempol, karena tetap setia pada versi asli namun tetap unik.

Secara keseluruhan, edisi ini sangat bagus, tetapi memiliki beberapa kekurangan kecil yang bisa menjadi masalah jika tidak diatasi.

Cerita melaju begitu cepat sehingga akan mempengaruhi karakterisasi jika tidak diperlambat.

Meski begitu, tidak dapat dipungkiri bahwa edisi ini sangat menyenangkan dengan cara yang hanya bisa dilakukan Absolute Batman.

Besar, keras, dan langsung di depan mata.

Saya berharap seri ini sedikit melambat demi kebaikannya sendiri, tetapi semua yang ada di edisi ini layak untuk dibeli.

>>> Keputusan Rilis Trailer Spider-Man: Brand New Day Bikin Fans Heboh

Absolute Batman #21 sudah tersedia sekarang.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru