Produsen Raksasa Susu Formula Diselidiki usai Kasus Kontaminasi Cereulide

Produsen Raksasa Susu Formula Diselidiki usai Kasus Kontaminasi Cereulide

Susu Nestle--

Gelombang penarikan susu formula bayi di berbagai negara berbuntut panjang. Jaksa Penuntut Umum Paris pada Jumat (13/2/2026) mengonfirmasi pembukaan penyelidikan terhadap lima produsen terkait dugaan peredaran produk yang terkontaminasi.

Perusahaan yang masuk dalam proses investigasi mencakup tiga grup besar dunia, yakni Nestle, Danone, dan Lactalis. Selain itu, dua merek lain, Babybio dan La Marque en Moins, juga tercantum dalam daftar pemeriksaan.

Kasus ini dipicu oleh potensi keberadaan cereulide, toksin tahan panas yang dapat menimbulkan mual, muntah, dan diare. Pada bayi, paparan zat tersebut berisiko menyebabkan komplikasi lebih berat meski gejalanya kerap mereda dalam satu hari.

Kejaksaan Paris menyebut dugaan pelanggaran masuk kategori penipuan atas barang yang membahayakan kesehatan manusia. Ancaman hukuman maksimal mencapai tujuh tahun penjara dan denda hingga 3,75 juta euro atau sekitar Rp74,25 miliar.

CEO Nestle, Philipp Navratil, sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf atas gangguan yang dialami konsumen. “Izinkan saya meyakinkan Anda bahwa keselamatan dan kesejahteraan Anda adalah prioritas utama kami,” ujarnya dalam pernyataan resmi.


Otoritas Prancis mengambil alih kasus setelah menerima banyak pengaduan. Kementerian Kesehatan setempat juga menelaah laporan kematian tiga bayi yang dikaitkan dengan konsumsi produk terdampak, namun hingga 11 Februari belum ada kepastian hubungan sebab akibat.

Dalam laporan kronologi 29 Januari, Nestle menjelaskan jejak cereulide pertama kali terdeteksi awal Desember di fasilitas produksinya di Belanda. Pada 10 Desember, perusahaan memberi tahu otoritas Belanda, Komisi Eropa, dan negara terdampak sekaligus menarik 25 produk di 16 negara.

Penarikan diperluas pada Januari untuk merek SMA, Beba, dan Little Steps. Danone yang memproduksi Aptamil dan Cow & Gate serta Lactalis kemudian melakukan langkah serupa. Hingga kini, lebih dari 60 negara terdampak penarikan tersebut.

Nestle menyatakan sumber kontaminasi berasal dari pemasok minyak asam arakidonat (ARA), suplemen yang lazim ditambahkan pada susu formula. Otoritas Inggris memastikan bahan tersebut sudah tidak lagi digunakan oleh Nestle maupun Danone.

Otoritas Keamanan Pangan Eropa menetapkan ambang batas toksin cereulide pada 2 Februari. Sebelumnya belum ada standar global karena kasusnya tergolong jarang. Di Inggris tercatat setidaknya 36 laporan klinis bayi dengan gejala yang konsisten dengan paparan cereulide.

Dari sisi pasar, perhatian investor tertuju pada laporan kinerja keuangan kedua perusahaan. Analis Bernstein, Callum Elliott, menilai dampak terhadap citra merek menjadi risiko utama, terutama bagi Danone yang sekitar 21% pendapatannya berasal dari segmen formula bayi.

Sejak awal tahun, saham Nestle tercatat naik 1,7%, sementara Danone turun 5,5%. Keduanya tertinggal dari penguatan indeks Stoxx 600 yang mencapai 4,6%.

TAG:
Sumber:

UPDATE TERBARU