11 Gejala Saraf yang Menurut Ahli Neurologi Tak Boleh Diabaikan

11 Gejala Saraf yang Menurut Ahli Neurologi Tak Boleh Diabaikan

Ilustrasi-Counselling/pixabay-

Penyakit yang ditangani dokter neurologi sangat beragam, mulai dari stroke, gangguan kejang, penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer, hingga gangguan tidur dan otot. Karena cakupannya luas, banyak orang kerap meremehkan gejala saraf dan menganggapnya sekadar keluhan biasa.

Padahal, menunda pemeriksaan bisa berakibat fatal. Sejumlah ahli neurologi menegaskan ada beberapa tanda peringatan dari sistem saraf yang tidak boleh diabaikan, karena bisa menjadi sinyal penyakit serius.

1. Penglihatan Ganda pada Satu Mata

Penglihatan ganda yang muncul tiba-tiba pada satu mata perlu ditangani segera. Kondisi ini bisa berkaitan dengan stroke, aneurisma, multiple sclerosis, infeksi otak, hingga tumor.

Jika keluhan muncul mendadak, pemeriksaan darurat diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan gangguan otak yang mengancam nyawa.

2. Lemah pada Salah Satu Tangan atau Kaki

Kelemahan pada satu sisi tubuh, seperti tangan sulit menggenggam atau kaki terseret saat berjalan, sering dianggap akibat saraf terjepit.


Namun kondisi ini juga dapat menjadi tanda stroke, peradangan otak, tumor, atau penyakit saraf lain. Pemeriksaan kekuatan otot dan refleks menjadi langkah awal untuk menentukan penyebabnya.

3. Tiba-tiba Tidak Responsif

Beberapa orang mengalami momen singkat seperti “blank” selama beberapa detik, lalu kembali normal tanpa ingatan apa pun.

Kondisi ini kerap dikaitkan dengan kejang lobus temporal, yang memengaruhi memori jangka pendek dan emosi.

4. Gangguan Bicara

Kesulitan berbicara, kata-kata pelo, bicara melambat, atau sulit memahami ucapan orang lain bisa menjadi tanda awal stroke.

Gejala ini biasanya muncul mendadak dan memerlukan penanganan medis secepat mungkin.

5. Sakit Kepala Mendadak Saat Aktivitas Fisik

Sakit kepala yang muncul tiba-tiba, sangat kuat, dan terjadi saat berolahraga atau aktivitas berat patut diwaspadai.

Kondisi ini bisa mengarah pada stroke atau gangguan pembuluh darah otak dan sebaiknya segera diperiksa.

6. Mati Rasa pada Kaki dan Jari

Mati rasa berbeda dengan kesemutan. Kondisi ini menandakan saraf tidak lagi mengirimkan sinyal dengan baik ke otak.

Penyebabnya beragam, mulai dari diabetes, gangguan autoimun, hingga kelainan genetik yang memengaruhi saraf perifer.

7. Déjà Vu yang Terlalu Sering

Déjà vu sesekali tergolong normal. Namun jika muncul berulang dalam waktu singkat, kondisi ini bisa menjadi tanda kejang lobus temporal.

Pemeriksaan neurologis diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

8. Sulit Berdiri dari Kursi Secara Rutin

Kesulitan bangun dari posisi duduk yang terjadi terus-menerus tidak selalu berkaitan dengan sendi.

Kondisi ini bisa mengindikasikan gangguan otot, saraf, atau penyakit seperti Parkinson dan ALS.

9. Perubahan Suara

Suara menjadi sangat pelan, serak, atau terdengar seperti berkumur dapat menjadi sinyal gangguan neurologis.

Beberapa penyakit yang sering terkait antara lain Parkinson, ALS, multiple sclerosis, hingga stroke.

10. Kedutan Otot yang Menetap

Kedutan otot sesekali tergolong normal. Namun jika terjadi terus-menerus di area yang sama, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan.

Kondisi ini bisa berkaitan dengan gangguan saraf serius atau penyakit autoimun tertentu.

11. Paranoia atau Perubahan Kepribadian Mendadak

Perubahan perilaku secara tiba-tiba, seperti munculnya rasa curiga berlebihan atau perubahan kepribadian ekstrem, dapat menjadi tanda gangguan otak.

Kondisi ini sering dikaitkan dengan demensia, peradangan otak autoimun, atau gangguan kognitif lainnya.

Para ahli menegaskan bahwa mengenali gejala sejak dini dan segera mencari bantuan medis dapat mencegah dampak yang lebih serius. Sistem saraf memiliki peran vital, dan setiap perubahan signifikan patut diperhatikan.

Sumber:

BERITA TERKAIT

UPDATE TERBARU