Dari rekor sempurna ke lubang hitam. Manchester City mengawali musim dengan tujuh kemenangan beruntun, tetapi kini menelan tiga kekalahan beruntun di Liga Inggris setelah dibekuk Nottingham Forest 1-3 di Stadion City Ground pada Minggu (8/11/2026) dini hari WIB.
Kekalahan itu membuat City tertinggal enam poin dari Arsenal di puncak klasemen. Arsenal mengoleksi 27 poin, City 21 poin, Brighton 19 poin, dan Chelsea serta Everton masing-masing 16 poin.
Forest mencetak dua gol cepat dalam 18 menit pertama melalui Jair Cunha dan Liam Delap. Rayan Cherki sempat memperkecil ketertinggalan City pada babak kedua, sebelum Delap menuntaskan serangan balik cepat menjadi 3-1 dan menggenapi dua golnya pada laga ini.
Cedera Guehi dan Gvardiol
Masalah City bertambah dengan cederanya dua bek. Marc Guehi dan Josko Gvardiol sama-sama ditarik keluar pada jeda babak karena cedera. Gvardiol sudah mengalami masalah sepanjang pekan.
"Keduanya cedera dan sama-sama meminta untuk diganti. Marc Guehi mengalami cedera, sedangkan Josko Gvardiol sebenarnya sudah mengalami masalah sepanjang pekan ini," kata pelatih Enzo Maresca, dikutip dari ESPN.
Jeda Internasional untuk Evaluasi
"Saya selalu khawatir, bahkan ketika kami memenangkan pertandingan," ujar Maresca. "Kita perlu keseimbangan. Kami memenangkan tujuh pertandingan berturut-turut. Sekarang kami kalah tiga pertandingan berturut-turut, jadi kami perlu keseimbangan dalam hal itu."
"Selama jeda internasional, cobalah untuk memahami apa yang dapat kita lakukan dengan lebih baik, dan cobalah untuk memulai kembali setelah jeda internasional," katanya. "Sama seperti yang telah kita lakukan pada pertandingan pertama, kita akan menggunakan jeda internasional ini untuk mencoba memperjelas apa yang dapat kita lakukan dengan lebih baik."
Sementara itu, pelatih Forest Oliver Glasner berlari di tepi lapangan merayakan gol kedua Delap. "Saya baru saja diberi tahu bahwa para pemain kami berlari enam atau tujuh kilometer lebih jauh daripada City hari ini. Artinya, saya juga harus berlari lebih jauh daripada Enzo Maresca. Saya hanya menjalankan tugas saya!" ujar Glasner.