Michael Carrick belum mendapat jaminan atas posisinya di Manchester United. Setelah Nottingham Forest mengalahkan Manchester City 3-1 pada Minggu (8/11) dini hari WIB, Setan Merah terperosok ke zona degradasi, dan nasib sang pelatih kini dipertaruhkan pada laga krusial kontra Aston Villa di Old Trafford, Minggu (8/11) pukul 23.30 WIB.
Catatan United musim ini memang memprihatinkan: dari 9 pertandingan, hanya 1 kemenangan yang diraih, 4 kali imbang, dan 4 kali kalah. Sepuluh gol dicetak, 15 gol kebobolan, dan total hanya 7 poin. Jauh di atas mereka, Arsenal memimpin klasemen dengan 27 poin dari 10 laga.
Carrick sejatinya baru saja diberi napas tambahan oleh manajemen setelah kekalahan 0-3 dari Bournemouth dua pekan lalu. Menurut The Guardian, napas tambahan itu berlaku setidaknya hingga jeda internasional, dan nasibnya akan dievaluasi ulang setelah laga melawan Villa.
Dari Chelsea ke Roma
Perjalanan dua laga terakhir United menggambarkan naik-turun tim ini. Kekalahan dari Chelsea disusul kemenangan atas Roma di Liga Champions, hasil yang mengakhiri 10 laga beruntun tanpa kemenangan.
Namun, kemenangan itu belum cukup meredakan tekanan. Eddie Howe dan Julian Nagelsmann sudah dikaitkan sebagai calon pengganti bila Carrick gagal menyelamatkan tim dari hasil negatif melawan Villa.
Suara Carrick
Carrick memilih merespons dengan tenang. "Tidak. Lanjutkan saja seperti biasa," katanya, dikutip dari Daily Mail. "Apa pun yang akan terjadi, terjadilah. Saya sangat menantikan pertandingan berikutnya, bermain di kandang sendiri setelah kemenangan malam itu."
Ia menekankan pentingnya dukungan suporter: "Para pendukung diharapkan datang dengan penuh semangat dan merasa senang dengan apa yang mungkin mereka saksikan, dan kita harus membalasnya."
Tentang jeda internasional, Carrick berkata, "Tidak jauh berbeda dari biasanya. Sungguh tidak. Saya rasa jeda internasional selalu menjadi waktu untuk mengisi ulang energi dan menyegarkan diri."
