Angka 15 juta menjadi penanda panjangnya jejak manufaktur Suzuki di Indonesia. Jumlah kendaraan yang telah diproduksi dari pabrik-pabrik Suzuki di Tanah Air kini melampaui 15 juta unit, dengan rantai pasok yang melibatkan lebih dari 900 pemasok dan UMKM lokal.
PT Suzuki Indomobil Motor (PT SIM) dan PT Suzuki Indomobil Sales (PT SIS) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem industri nasional. Pernyataan resmi manajemen Suzuki pada Sabtu (7/11/2026) menyebut pengembangan manufaktur di Indonesia, sumber daya manusia, ekosistem pemasok, produksi kendaraan, dan performa ekspor sebagai pilar kontribusi tersebut.
Pabrik Tambun dan Cikarang
Tiga pabrik menjadi tulang punggung produksi. Pabrik Tambun I berkapasitas 1,8 juta unit per tahun dan memproduksi sepeda motor, mesin, transmisi, serta komponen. Pabrik Tambun II berkapasitas 200.000 unit per tahun untuk mobil dan komponen, sedangkan Pabrik Cikarang berkapasitas 120.000 unit per tahun untuk mesin, transmisi, dan komponen mobil.
Dari fasilitas-fasilitas itu, Suzuki mengekspor kendaraan roda empat dalam bentuk CBU, CKD, dan KD, serta kendaraan roda dua dalam berbagai bentuk.
Dari Kunjungan Pelajar hingga Laboratorium Uji Emisi
Kontribusi Suzuki tidak berhenti di lini produksi. Program kunjungan pabrik perusahaan telah diikuti lebih dari 65.000 pelajar, dan karyawan mendapat kesempatan On Job Training (OJT) ke Jepang. Per September 2026, jumlah karyawan PT SIM dan PT SIS mencapai 4.718 orang.
Pada periode April 2025 hingga Maret 2026, produk Suzuki didistribusikan ke 68 negara dan wilayah, meliputi Amerika Tengah, Eropa, Asia, Oseania, Timur Tengah, dan Amerika Selatan.
Standar mutu dijaga lewat sertifikasi ISO 9001 dan ISO 14001, status Authorized Economic Operator (AEO), serta SNI ISO/IEC 17025 untuk laboratorium uji emisi. Di pasar, Suzuki Fronx kini menjadi salah satu model SUV yang menarik minat anak muda dan keluarga muda yang mengincar kepemilikan SUV kompak.