Kekalahan 3-0 dari AS Roma di Stadio Olimpico pada Minggu (8/11) dini hari WIB memperpanjang derita US Sassuolo menjadi lima kekalahan beruntun di Serie A 2026/2027. Klub yang dibela Jay Idzes itu kini berada di peringkat 17 dengan delapan poin, dan pelatih Alberto Aquilani terancam dipecat.
Jay Idzes tampil penuh pada laga melawan Roma. Bek Timnas Indonesia itu tetap menjadi pilihan utama sebagai bek tengah, baik di bawah Fabio Grosso maupun Alberto Aquilani.
Ancaman degradasi nyata di depan mata. Bila Monza mengalahkan Lazio pada malam yang sama, Sassuolo akan terperosok ke zona degradasi.
Pengakuan Aquilani
Aquilani pasang badan atas hasil buruk ini. "Saya rasa semangat kami telah padam. Kami sama sekali tidak terlibat dalam permainan. Saya tidak menyangka hasilnya akan seburuk ini," katanya, dikutip dari La Gazzetta dello Sport.
"Dalam penguasaan bola, kami bermain sangat buruk dan terlalu banyak melakukan kesalahan. Karakter tim kurang terasa. Ini adalah kenyataan pahit dan saya yang bertanggung jawab," ujarnya.
Ia mengungkapkan staf pelatih lebih banyak menghabiskan waktu memulihkan psikologi pemain ketimbang melatih taktik. Bola, kata Aquilani, seperti benda panas yang enggan dikuasai para pemain karena tekanan psikologis.
Keputusan Menanti di Jeda Internasional
Isu pemecatan Aquilani sudah beredar sebelum laga melawan Roma. Jurnalis SportItalia Luca Cilli menulis lewat unggahan X pada Selasa (3/11) waktu Italia bahwa setelah kekalahan dari Fiorentina, Sassuolo mempertimbangkan untuk mengganti pelatih Alberto Aquilani.
Kekalahan dari Roma membuat opsi itu makin mungkin diambil selama jeda internasional. Namun, kontrak Aquilani masih berlaku hingga Juni 2028, sehingga klub perlu membayar kompensasi bila memutusnya lebih awal.
"Saya selalu merasakan kepercayaan mereka, tetapi jelas saya dinilai berdasarkan hasil dan saat ini hasilnya tidak sesuai harapan. Saya mempertanyakan diri saya sendiri," kata Aquilani. Artikel juga menyebut kesulitan Sassuolo menang dalam enam laga terakhir bermula sejak bek tengah mengalami cedera.