Pencarian "brigadir jenderal polisi" melonjak pada Sabtu malam, 7 November 2026, setelah kabar mutasi besar-besaran di tubuh Polri menyebar luas. Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto merotasi 264 perwira tinggi dan perwira menengah, termasuk 44 Brigadir Jenderal Polisi.
Mutasi itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2467/XI/KEP./2026 tertanggal 2 November 2026. Dari 264 personel, 49 di antaranya perwira tinggi: lima Irjen dan 44 Brigjen. Polri menyebut 224 personel masuk kategori promosi dan penugasan setara.
Rotasi ini menyasar satuan strategis di Mabes Polri, mulai dari Bareskrim, Baharkam, Korbrimob, Baintelkam, hingga Lemdiklat Polri, serta kursi Wakil Kepala Kepolisian Daerah di sejumlah provinsi.
Kenapa 44 Brigjen Jadi Sorotan
Angka 44 Brigjen menjadi sorotan karena mutasi kali ini tergolong besar dan menyentuh banyak posisi kunci sekaligus. Lima Brigjen langsung menempati kursi Wakapolda: Eko Suprihanto di Sulawesi Barat, Laode Aries El Fathar di Gorontalo, Singgamata di Lampung, Harry Kurniawan di Nusa Tenggara Barat, dan Yohanes Agus Rujanto H.S. di Papua Barat.
Di Mabes Polri, Brigjen Auliansyah Lubis menjadi Waastamaops Kapolri dan Brigjen Sangkan Bonaparte Silalahi menjadi Karobinops Stamaops Polri. Tiga Brigjen lainnya, yakni Johanes R. Manalu, Tommy Aria Dwianto, dan Muhammad Firman, masuk ke lingkungan Bareskrim Polri.
13 Kombes Pecah Bintang
Selain rotasi Brigjen, mutasi ini juga mengangkat 13 Kombes Pol menjadi Brigjen Pol. Mereka antara lain Kombes Riky Haznul yang kini menjadi Karokorwas PPNS Bareskrim Polri dan Kombes Kusworo Wibowo yang menjadi Karotekkom Divisi TIK Polri. Dua Polisi Wanita juga mendapat promosi jabatan pada jenjang Brigjen dan Kombes, meski nama mereka belum diumumkan dalam keterangan yang beredar.
Mutasi juga menyentuh Sumatera Barat. Brigjen Solihin yang sebelumnya Wakapolda Sumbar mendapat penugasan baru di Kemenko Polkam, dan posisinya digantikan Kombes Dhani Kristianto yang dijadwalkan naik pangkat menjadi Brigjen.
Isu yang Beredar di Balik Mutasi
Mutasi besar ini terjadi di tengah beredarnya kabar sejumlah petinggi Polri diamankan dan menjalani pemeriksaan. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi yang menyatakan mutasi tersebut berkaitan langsung dengan kabar itu.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir pada 3 November 2026 meminta masyarakat menunggu penjelasan resmi dari institusi kepolisian. Polri menyebut mutasi ini sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran organisasi, dan belum menjelaskan identitas perwira yang dimaksud dalam kabar yang beredar maupun perkara yang melatarbelakanginya.
