Timo juga berharap para pemain tidak berhenti berlatih setelah turnamen berakhir. "Apa yang kami lakukan di sini adalah untuk mencari pemain berpotensi untuk nantinya dikembangkan agar bisa menjadi tulang punggung tim nasional. Semoga mereka bisa terus tekun berproses meningkatkan level permainan," katanya.
Suara dari Lapangan
Penyerang MilkLife Kickers, Albianca Raula, merasakan persaingan tahun ini lebih intens. Meski persiapan relatif singkat, ia melihat timnya bermain lebih kompak dan chemistry antarpemain terjalin dengan baik.
"Tahun ini lebih intens secara permainan. Kemudian secara tim, saya merasa musim ini lebih kompak secara permainan, chemistry satu sama lain juga nyambung. Padahal, bisa dibilang persiapan yang kami jalani termasuk singkat," kata Albianca.
Ia mengaku puas dengan pencapaian tim dan menjadikan pengalaman di Singapura sebagai dorongan untuk meningkatkan kemampuan individu. "Pengalaman di sini jadi memotivasi saya untuk latihan lebih keras untuk menjadi pemain yang lebih baik lagi," ujarnya.
Hasil Akhir dan Latar Turnamen
Singa Cup merupakan turnamen sepak bola kelompok usia internasional yang digelar di Singapura sejak 2011. Edisi 2026, kompetisi ini diikuti 136 tim dari 13 negara. MilkLife Kickers dikirim oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife, dan para pemainnya merupakan hasil seleksi MilkLife Soccer Challenge All-Stars musim 2025/2026.
Hasil akhir kategori Girls U14: juara Lion City Sailors (Singapura), runner-up MilkLife Kickers (Indonesia), tempat ketiga Fremantle City FC (Australia), tempat keempat South Coast Baptist College (Australia). Peringkat kedua ini menjadi hasil kompetitif bagi MilkLife Kickers — lebih dari sekadar podium, turnamen ini memberi para pemain pengalaman menghadapi persaingan lintas negara yang dapat menjadi bekal menuju level sepak bola yang lebih tinggi.