Valencia baru menang dua kali dari 11 laga, tetapi pelatih Jose Mourinho justru menyebut lawatan ke Mestalla sebagai salah satu pertandingan tersulit di Liga Spanyol.
Real Madrid menutup rangkaian laga sebelum jeda internasional dengan tandang ke markas Valencia, Minggu (8/11/2026) pukul 03.00 WIB, pada pekan ke-12 Liga Spanyol. Tuan rumah sedang terpuruk dengan hanya dua kemenangan dari 11 pertandingan yang sudah dijalani.
Meski begitu, Mourinho tidak mengizinkan skuadnya meremehkan Valencia. Ia memperingatkan para pemainnya agar tidak menganggap laga ini sebagai kesempatan mudah untuk mendapatkan tiga poin.
"Ini merupakan salah satu pertandingan tersulit di seluruh kompetisi Liga Spanyol. Kami harus berada dalam kondisi terbaik untuk bisa meraih kemenangan," ujar Mourinho dalam konferensi pers menjelang pertandingan.
Tujuh Kemenangan Beruntun Jadi Modal
Madrid datang dengan kepercayaan diri tinggi. Kemenangan 3-2 atas AEK Athens di Liga Champions menjadi hasil positif terbaru, setelah sebelumnya mereka mengatasi Villarreal, Sevilla, Barcelona, Racing Santander, AS Roma, dan RB Leipzig.
Laga di Mestalla kemungkinan dipakai untuk merotasi sejumlah pemain kunci yang terus bermain, memberi mereka istirahat sebelum bertolak ke tim nasional. Namun satu nama tetap menjadi poros: Kylian Mbappe.
Mbappe dan Absennya Vini Jr
Penyerang asal Prancis itu sedang dalam performa impresif dengan selalu mencetak gol dalam enam pertandingan terakhirnya. Ia menjadi ancaman utama bagi pertahanan Valencia yang kesulitan sepanjang musim, sekaligus berpeluang membantu Madrid mencatatkan kemenangan kedelapan secara beruntun.
Kehadiran Mbappe makin penting karena Vinicius Junior tidak dapat bermain. Ia harus menjalani laga terakhir dari hukuman larangan tampil empat laga setelah kartu merah ketika menghadapi Villarreal. Mourinho pun harus mencari alternatif untuk mendampingi Mbappe di lini serang.
Bellingham dan Dua Nama yang Kembali
Jude Bellingham layak diperhatikan setelah aksinya melawan AEK Athens. Gelandang asal Inggris itu mencetak gol melalui penyelesaian tumit, terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan, dan mencatatkan penampilan ke-60 di kompetisi antarklub Eropa sebagai pemain termuda yang mencapai jumlah tersebut.
Mourinho memberikan pujian khusus kepada pemain berusia 23 tahun itu, yang dinilainya unik karena mampu memberikan pengaruh lewat berbagai peran di lini tengah maupun ketika membantu serangan.
Tambahan pilihan juga datang dari kembalinya Aurelien Tchouameni dan Arda Guler. Tchouameni membantu menjaga keseimbangan permainan melalui kemampuannya memutus serangan lawan, sedangkan Guler punya kreativitas untuk membuka ruang dan menciptakan peluang.