⌂ Beranda › Tren › Dituding Lakukan Pelecehan Saat Treatment Pelari, Hamda DF Akhirnya Klarifikasi dan Minta Maaf
Tren

Dituding Lakukan Pelecehan Saat Treatment Pelari, Hamda DF Akhirnya Klarifikasi dan Minta Maaf

Dituding Lakukan Pelecehan Saat Treatment Pelari, Hamda DF Akhirnya Klarifikasi dan Minta Maaf
Ilustrasi pelari dan terapis olahraga • Peggy_Marco / Pixabay
A A Ukuran Teks16px

Terapis olahraga Hamda DF menyampaikan klarifikasi berisi permintaan maaf setelah dituding melakukan pelecehan terhadap pelari perempuan ketika memberikan treatment.

Tudingan itu mencuat dari pengakuan terbuka di media sosial. Salah satunya dari akun @iamsarahra, yang mengaku mengalaminya tahun lalu saat menjadi pacer dengan kondisi kaki cedera. Ia awalnya menyangka sentuhan tersebut bagian dari treatment, sebelum merasa tindakan itu sudah melampaui batas; ia pun menyebut ada saksi.

Hamda DF sendiri dikenal sebagai terapis yang kerap menangani komunitas pelari, sehingga pengakuan ini cepat menyebar dan memantik reaksi banyak pihak.

Coach Dafi: Korban Lebih dari Satu

Klarifikasi Hamda DF diunggah ulang oleh akun @dgpratamaputra. Coach Dafi menyatakan korban yang berani bersuara lebih dari satu orang, dan dalam penilaiannya dugaan perbuatan itu dilakukan secara sadar serta berulang, sehingga merusak nama baik profesi pelatih dan terapis di industri wellness.

Komentar juga datang dari dr Tirta. Ia menyebut munculnya gairah saat treatment sebagai hal manusiawi yang harus dikendalikan, dan kesalahan berada pada pikiran pelaku. Sebagai pelari sekaligus terapis olahraga, pelaku semestinya tahu cara mengendalikan diri, dan kasus ini dinilai merusak citra terapi pijat olahraga.

Janji Perbaiki Standar Layanan

Lewat akun @hamdadf, Hamda DF meminta maaf kepada semua pihak yang merasa tidak nyaman. Ia mengaku menyesal, menanggapi persoalan ini dengan serius, berterima kasih kepada pendukungnya, serta berjanji terus belajar, memperbaiki diri, dan meningkatkan standar layanan agar tidak terulang.

Catatan pentingnya: dugaan ini masih berupa tudingan dan pengakuan di media sosial. Belum ada informasi laporan polisi, proses hukum, maupun pembuktian resmi, dan permintaan maaf Hamda DF bersifat umum — bukan pengakuan rinci atas tindakan tertentu.

Informasi yang tersedia juga masih terbatas: tanggal dan lokasi treatment yang dipersoalkan tidak disebutkan, sementara identitas dan jumlah korban lain belum dirinci ke publik. Menempatkan kasus ini secara adil berarti memberi ruang bagi suara para pengaku korban, sambil menunggu kejelasan fakta melalui jalur yang semestinya — bukan kesimpulan tergesa dari potongan unggahan media sosial. Komunitas pelari kini menanti kelanjutan kasus ini, termasuk ada atau tidaknya langkah resmi dari pihak yang merasa dirugikan, sementara janji Hamda DF untuk memperbaiki standar layanannya akan terus menjadi sorotan publik.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru