⌂ Beranda › Tren › Satoru Mochizuki Pergi, PSSI: Warisannya Lebih dari Sekadar Trofi
Tren

Satoru Mochizuki Pergi, PSSI: Warisannya Lebih dari Sekadar Trofi

Satoru Mochizuki Pergi, PSSI: Warisannya Lebih dari Sekadar Trofi
Pelatih Timnas Putri Indonesia, Satoru Mochizuki, menemani anak asuhnya melawan Singapura di Stadion Wadya, Selasa (28/5/2024) malam WIB
A A Ukuran Teks16px

Kebersamaan Satoru Mochizuki dengan Timnas Putri Indonesia berakhir, tetapi PSSI menegaskan sang pelatih meninggalkan sesuatu yang lebih besar daripada sekadar trofi.

Mochizuki memimpin Garuda Pertiwi sejak 20 Februari 2024. Dalam kurun itu, Indonesia menjuarai AFF Women's Cup dua kali beruntun: edisi 2024 lewat kemenangan 3-1 atas Kamboja di final, dan edisi 2026 lewat kemenangan 5-0 atas Laos di Kuala Lumpur.

Gelar 2024 menjadi trofi internasional pertama bagi sepak bola putri Indonesia. Sementara itu, Timnas Putri U-17 juga memastikan tempat di Piala Asia Putri U-17 2027.

Kepercayaan Diri dan Kesempatan

Vivin Cahyani Sungkono, Anggota Exco PSSI sekaligus Ketua Komite Sepak Bola Wanita, menyampaikan apresiasi federasi. "Tentunya kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Coach Satoru Mochizuki atas dedikasi, kerja keras, dan komitmennya dalam membangun sepak bola putri Indonesia. Dua gelar AFF Women's Cup secara beruntun dan lolos ke Piala Asia Putri U-17 2027 merupakan pencapaian bersejarah yang patut kita banggakan bersama," ucapnya.

Menurut Vivin, warisan Mochizuki terletak pada fondasi yang ia bangun. "Lebih dari sekadar gelar juara, kami mengapresiasi kontribusinya dalam memberikan pengalaman, membangun kepercayaan diri, serta membuka lebih banyak kesempatan bagi para pemain putri Indonesia untuk berkembang dan bersaing di level internasional. Kami berharap Coach Mochizuki selalu sukses dalam perjalanan berikutnya," katanya.

Siapa pengganti Mochizuki dan alasan di balik perpisahan ini belum disampaikan PSSI.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru