Mantan anggota DPR RI Zulfikar Achmad meninggal dunia di Jakarta pada 4 November 2026 dalam usia 80 tahun, meninggalkan istri dan enam orang anak.
Kabar duka tersebut disampaikan putranya, Indra Zulfiansyah yang dikenal dengan panggilan Dadak, melalui media sosial. Zulfikar dikabarkan sempat dirawat di rumah sakit di Jakarta karena stroke yang dikabarkan ia alami sebelum akhirnya berpulang.
Zulfikar Achmad lahir di Tanah Tumbuh, Bungo, Jambi, pada 17 Mei 1946. Ayahnya bernama H. Achmad Mas'ud dan ibunya Sitimrah. Ia menikah dengan Hj. Netty Herlina dan dikaruniai enam anak, yaitu Andriansyah, Indra Zulfiansyah, Fitri Indriany, Dian Ferdiansyah, Rendhi Zhilfiando, dan Avritha Zilfiantri. Dua putranya, Andriansyah dan Indra, selama ini aktif dalam kegiatan sosial, politik, dan kemasyarakatan di Bungo.
Rekam Jejak Politik
Kariernya dimulai sebagai anggota DPRD Bungo pada 1999–2001. Ia kemudian terpilih sebagai Bupati Bungo dan menjabat dua periode, 2001–2006 serta 2006–2011. Selanjutnya, ia menjadi anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat mewakili daerah pemilihan Jambi untuk tiga periode: 2009–2014, 2014–2019, dan 2019–2024.
Di Partai Demokrat, Zulfikar pernah menjabat Ketua DPD Jambi pada 2005–2021. Ia juga tercatat sebagai pengurus ICMI Jambi pada 2000–2005.
Ia menamatkan pendidikan di SDN 01 Tanah Tumbuh pada 1958, SMPN Muara Bungo pada 1962, SMA Negeri Jambi pada 1965, dan meraih gelar S1 Ekonomi dari Universitas Jambi pada 1976.
Sisi Pengusaha
Di luar jabatan publik, Zulfikar mendirikan dan memiliki PT Bungo Dani serta PT Bungo Dani Pratama. Ia juga pernah menjadi komisaris PT Muaro Bungo dan direktur PT Citra Tobindo pada 1999.
Sebagai catatan pelurus, istilah "Pacitan" yang terkadang muncul dalam pemberitaan tentang dirinya berkaitan dengan daerah asal Susilo Bambang Yudhoyono sebagai pendiri Partai Demokrat. Zulfikar Achmad bukan berasal dari Pacitan; tanah kelahirannya adalah Bungo, Jambi.