Istanbul kembali menjadi tempat yang tak bersahabat bagi Liverpool. Fenerbahce menang 3-2, dan The Reds pulang tanpa poin.
Jalannya laga berjalan ketat. Liverpool mencetak gol lewat Nyoni dan Isak, tetapi Fenerbahce membalas tiga kali melalui Greenwood, Brown, dan Muriqi. Tuan rumah pun berhak atas tiga poin penuh.
Set-Piece yang Tak Kunjung Teratasi
Kekalahan Liverpool tak lepas dari buruknya pertahanan mereka saat menghadapi bola mati. Gol-gol Fenerbahce lahir dari situasi set-piece, dan itu menjadi pekerjaan rumah yang mendesak bagi tim tamu.
Menariknya, laporan sumber menyebut nama Iraola sebagai pelatih dan Kuyt sebagai bagian dari staf Fenerbahce. Detail itu menambah lapisan cerita dalam duel yang sudah panas sejak awal.
Delapan Besar yang Terancam
Dengan hasil ini, Liverpool menempati peringkat kedelapan dengan sembilan poin. Posisi tersebut belum aman, dan setiap kekalahan berikutnya bisa membuat langkah mereka semakin berat.
Bagi Fenerbahce, kemenangan atas Liverpool adalah hasil besar yang mendongkrak kepercayaan diri mereka. Bagi Liverpool, ini adalah pengingat bahwa Istanbul memang bukan tempat yang mudah ditaklukkan.
Kekalahan di Istanbul ini menjadi pengingat bahwa Liverpool harus segera memperbaiki pertahanan bola mati mereka sebelum menghadapi lawan-lawan berikutnya di kompetisi Eropa.