⌂ Beranda › Tren › Penyebab Meninggalnya Zulfikar Achmad Masih Tertutup, Ini Profil Anggota DPR RI Itu
Tren

Penyebab Meninggalnya Zulfikar Achmad Masih Tertutup, Ini Profil Anggota DPR RI Itu

Penyebab Meninggalnya Zulfikar Achmad Masih Tertutup, Ini Profil Anggota DPR RI Itu
Zulfikar Achmad • Wikimedia Commons / KPU
A A Ukuran Teks16px

Zulfikar Achmad, anggota DPR RI asal Jambi, wafat pada Rabu, 4 November 2026 sekitar pukul 16:30 WIB. Penyebabnya? Tidak diungkap.

Kabar wafatnya politikus kelahiran 17 Mei 1946 itu diumumkan DPR RI lewat unggahan belasungkawa di akun Instagram @dpr_ri. Ia mengembuskan napas terakhir di usia 80 tahun setelah sempat menjalani perawatan di RS Premier Jakarta.

Banyak yang mencari tahu penyakit yang diderita almarhum. Namun jawabannya harus disampaikan apa adanya: penyebab kematian Zulfikar tidak dibuka ke publik. DPR RI menjaga privasi keluarga, dan tidak ada keterangan dari pihak medis maupun keluarga yang menyebut diagnosis tertentu. Belum ada pula keterangan resmi mengenai pemakaman almarhum.

Profil Zulfikar Achmad

Zulfikar adalah suami Netty Herlina dan ayah dari empat anak. Nama dan kiprahnya lekat dengan Kabupaten Bungo, Jambi, yang ia pimpin sebagai bupati selama sepuluh tahun, dari 2001 hingga 2011.

Usai memimpin daerah, ia berkantor di Senayan. Ia tercatat sebagai anggota DPR RI sejak 2014, dan jabatan itu masih ia sandang ketika berpulang.

Riwayat Pendidikan

Menjawab rasa penasaran sebagian warganet soal kaitan almarhum dengan Jawa Timur: Zulfikar bukan alumni Jawa Timur. Ia bersekolah di Jambi. Pendidikan tingginya ditempuh di Jakarta, yakni di Akademi Tata Laksana Pelayaran Niaga (ATPN) Veteran dan Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, tempat ia meraih gelar sarjana.

Wafatnya Zulfikar Achmad menjadi kehilangan bagi keluarga besar DPR RI dan masyarakat yang pernah ia wakili. Semoga almarhum diterima di sisi terbaik dan keluarganya diberi ketabahan menghadapi duka ini.

Di tengah banyaknya pencarian soal penyebab wafatnya, penting untuk menempatkan fakta apa adanya: informasi itu memang tidak dibuka, dan ketertutupan tersebut adalah pilihan yang harus dihormati. Alih-alih menebak-nebak, publik dapat mengenang almarhum dari pengabdiannya yang panjang—sepuluh tahun memimpin Bungo dan lebih dari satu dasawarsa duduk di DPR RI sejak 2014. Politikus kelahiran 17 Mei 1946 ini menjalani hari-hari terakhirnya setelah dirawat di RS Premier Jakarta, sebelum berpulang pada Rabu sore, 4 November 2026, sekitar pukul 16:30 WIB. Unggahan belasungkawa DPR RI di akun @dpr_ri menjadi penanda resmi kepergiannya bagi publik. Semoga keluarga—istri Netty Herlina dan keempat anaknya—diberi ketabahan, dan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.

Satu hal yang juga terjawab dari riwayat hidupnya adalah soal latar belakang pendidikannya: ia putra Jambi yang bersekolah di Jambi, lalu menempuh pendidikan tinggi di Jakarta—bukan di Jawa Timur sebagaimana sempat ditanyakan sebagian warganet. Fakta sederhana itu menegaskan identitasnya sebagai putra daerah Jambi yang mengabdi untuk daerahnya hingga ke tingkat nasional.

Doa dan ucapan belasungkawa mengalir untuk keluarga almarhum. Semoga proses duka keluarga berjalan tenang, jauh dari spekulasi yang tidak perlu.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru