PT Andalan Artha Primanusa Tbk resmi membuka masa bookbuilding penawaran umum perdananya pada 5–17 November 2026 dengan kisaran harga Rp158 hingga Rp189 per lembar.
Perusahaan jasa pertambangan ini akan menerbitkan 1,676 miliar saham baru, jumlah yang setara dengan 25,1 persen dari keseluruhan saham setelah IPO. Kode saham yang disiapkan adalah ANDA. Berdasarkan data sistem e-IPO, PT Henan Putihrai Sekuritas menjadi penjamin pelaksana emisi, disertai penerbitan waran dengan rasio 7:1 dan harga pelaksanaan Rp695.
Publik perlu mencatat bahwa tahapan ini masih pra-efektif. Harga final dan jadwal listing di Bursa Efek Indonesia belum diumumkan, sehingga seluruh angka dalam masa penawaran awal masih dapat berubah mengikuti proses yang berjalan.
Profil Singkat Perusahaan
Andalan Artha Primanusa berdiri pada 16 Juni 2014, semula bernama PT Nusa Karya Realti, dan berkantor di Jalan Plaju Nomor 11, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ruang lingkup jasanya membentang dari perencanaan tambang, pengembangan lokasi, pengangkutan material, kegiatan produksi, hingga dukungan reklamasi.
Portofolio operasinya kini mencakup tujuh lokasi tambang di empat provinsi: dua tambang batu bara di Kalimantan Tengah, tiga tambang batu bara di Sumatera Selatan, satu tambang batu bara di Kalimantan Timur, serta satu tambang nikel di Maluku Utara—ekspansi ke nikel sendiri baru dilakukan pada 2026. Perusahaan ini tercatat pernah bermitra dengan PT Bukit Asam Tbk dan PT Position.
EBITDA dan Proyeksi Pendapatan
Untuk tahun buku 2025, perusahaan melaporkan EBITDA Rp145,4 miliar dengan margin 39 persen. Sementara itu, pendapatan yang disebut untuk 2026 sampai 2028 merupakan target proyeksi: Rp949,6 miliar pada 2026, Rp1,41 triliun pada 2027, dan Rp1,55 triliun pada 2028. Angka-angka tersebut belum menjadi realisasi dan kelak bergantung pada kinerja aktual perusahaan.