Nama Donald Trump dan pemilu sela Amerika Serikat mendadak ramai dicari warganet Indonesia pada Kamis (5/11/2026). Penyebabnya: Partai Demokrat menang besar dan merebut kembali kendali Kongres AS dari kubu Trump.
Menurut proyeksi New York Times, Demokrat unggul 54-44 di Senat dan 238-147 di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Presiden Donald Trump sendiri menyalahkan hasil tersebut pada penutupan pemerintahan federal atau government shutdown, selain sejumlah faktor lain.
Pemilu sela memang menjadi ujian besar pertama bagi Trump sejak kembali ke Gedung Putih. Hasilnya langsung menjadi perbincangan dunia karena menentukan arah kebijakan Amerika ke depan.
Kenapa ramai di Indonesia?
Selain hasil pemilunya, yang membuat topik ini makin ramai adalah reaksi tujuh pemimpin dunia yang disebut paling senang atas kekalahan Trump. Mereka menilai hasil pemilu sebagai tanda melemahnya Trump dan kebijakannya.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez memberi selamat kepada Zohran Mamdani yang memenangi pemilihan Wali Kota New York. Sanchez menilai pemilih Amerika menolak kebijakan Trump dan Eropa harus memperkuat posisinya.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengejek Trump dan menyebut hasil pemilu menunjukkan kegagalan kebijakan Iran yang dijalankan Washington. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf bahkan memperingatkan Trump agar tidak menyerang Iran.
Lima pemimpin lainnya
Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store menilai pemilih Amerika sudah lelah dengan polarisasi dan Amerika akan berubah haluan. Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyambut hasil itu dan menyebut negaranya harus bersiap menghadapi perubahan kebijakan Amerika.
Perdana Menteri Ceko Andrej Babis mengatakan pemilih telah menunjukkan Trump tidak mahakuasa dan dikalahkan rakyat Amerika sendiri. Ia menilai kemenangan Demokrat adalah kabar baik bagi Eropa. Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyebut kemenangan Demokrat sebagai bukti kebijakan Trump gagal dan Amerika telah memilih jalan yang benar. Sementara itu, Wali Kota Manchester Raya Andy Burnham dari Partai Buruh Inggris menilai Trump tidak tak terkalahkan dan Partai Buruh bisa belajar dari Demokrat.
Dengan kemenangan ini, Demokrat mengendalikan DPR dan bisa mengawasi serta menahan agenda pemerintahan Trump. Bagi warganet Indonesia, perbincangan ini ramai karena dampaknya bisa terasa hingga ke ekonomi global, termasuk ke nilai tukar rupiah yang ikut menjadi sorotan pada hari yang sama.