Penemuan kantong berisi tanah basah, peniti, dan rambut di tas Brisia Jodie memicu klaim santet di media sosial. Berikut fakta yang sebenarnya tersedia.
Brisia Jodie merupakan penyanyi lulusan Indonesian Idol dan istri Jonathan Alden, influencer sekaligus chef asal Surabaya. Dalam unggahan Instagram-nya, ia bercerita menemukan benda-benda itu ketika sedang bersih-bersih ruangan.
Benda-benda tersebut berada di dalam kantong plastik yang tersimpan di tasnya: tanah basah berwarna gelap, satu peniti, dan rambut. Daftar benda serupa juga disampaikan melalui unggahan akun Threads @netty_rebecca.
Sudah Dibuang
Brisia mengaku panik. Atas saran ibunya, kantong itu langsung dibuang. Belakangan banyak warganet mengiriminya pesan bahwa benda semacam itu seharusnya dibakar terlebih dahulu, tetapi benda-benda tersebut sudah tidak diketahui lagi keberadaannya.
Belum Ada Bukti Santet
Klaim santet yang telanjur menyebar tidak ditopang keterangan apa pun. Tidak ada ahli spiritual atau medis yang memberikan penjelasan, tidak ada pihak yang teridentifikasi meletakkan benda itu, dan tidak ada penjelasan bagaimana benda tersebut masuk ke tas sang penyanyi.
Konteks lain yang disebut dalam kisah ini adalah kondisi Brisia yang tengah hamil tujuh bulan, tanpa rincian lebih lanjut soal kehamilannya.
Kesimpulannya, peristiwa ini adalah penemuan benda asing yang belum jelas asal-usulnya. Mengaitkannya dengan santet adalah spekulasi warganet, bukan kesimpulan yang didukung bukti.
Apabila ditelaah, seluruh unsur dramatis dalam kisah ini bersumber dari penafsiran, bukan dari fakta tambahan. Faktanya sederhana: ada kantong plastik berisi tanah basah berwarna gelap, peniti, dan rambut di tas seorang penyanyi; kantong itu sudah dibuang; dan tidak ada pihak yang tahu asal-usulnya. Klaim santet muncul karena benda-benda semacam itu dalam kepercayaan sebagian masyarakat diasosiasikan dengan praktik mistis. Asosiasi budaya itu nyata sebagai kepercayaan, tetapi tidak otomatis menjadi bukti peristiwa. Karena benda sudah terlanjur dibuang atas saran ibunya, peluang untuk mengklarifikasi temuan ini praktis tertutup. Yang tersisa hanyalah cerita Brisia dan reaksi publik terhadapnya. Kisah ini pun menjadi contoh menarik tentang bagaimana rumor bekerja: ia tidak membutuhkan bukti untuk menyebar, cukup cerita yang menggugah rasa penasaran dan ruang kosong yang dibiarkan terbuka.
Satu-satunya pihak yang mengetahui konteks lengkap temuan ini hanyalah Brisia dan orang-orang terdekatnya. Publik hanya menerima cerita dari satu sisi, tanpa akses pada benda yang dimaksud dan tanpa keterangan pendukung. Menyadari keterbatasan itu seharusnya membuat pembaca lebih berhati-hati sebelum ikut menyimpulkan. Pada akhirnya, kisah ini akan berlalu seperti banyak kisah viral lainnya; yang tersisa adalah pelajaran untuk memisahkan antara pengalaman seseorang dan tafsir yang dibangun di atasnya.