Direktur Utama Gahari Christine menyatakan pada Mei 2026 bahwa konsistensi eksekusi di lapangan menentukan keberhasilan tambang, dan perusahaan membidik pertumbuhan yang solid serta terukur.
Kepemilikan Masih Tanda Tanya
Mengenai siapa pemegang saham pengendali, data di situs perusahaan belum memberi jawaban pasti. Nama-nama yang dicantumkan meliputi Billy Theristine Lim, PT Bumi Artha Caraka, PT Arkara Danatama Nusantara, PT Bhumi Caraka Persada, PT Tambang Lancar Indonesia, dan Arief Ramon, tetapi persentase di samping nama-nama itu tidak lengkap dan tidak konsisten—ada yang tercatat 5 persen, ada pula yang 0 persen. Struktur kepemilikan yang sesungguhnya baru dapat dipastikan setelah prospektus IPO terbit.
Adapun susunan pengurusnya: Direktur Utama Gahari Christine; Direktur Hanny Irawan dan Christianto Citra; Komisaris Utama Billy Theristine Lim; serta Komisaris Freddy Hartono, Ivan Victor, Yohanes Yudha Indrajati, dan Muhammad Soni Lazuardi.
Perjalanan Andalan Artha menuju lantai bursa masih menyisakan sejumlah tahapan. Setelah masa penawaran awal berakhir pada 17 November 2026, publik menanti pernyataan efektif, penetapan harga final, dan jadwal pencatatan saham ANDA di Bursa Efek Indonesia. Ketiga hal itu belum diumumkan hingga saat ini. Di sisi lain, ketidakjelasan persentase kepemilikan pada situs perusahaan membuat prospektus menjadi dokumen yang paling ditunggu—dari sanalah struktur pemegang saham pengendali dapat dipastikan. Investor ritel yang berminat pada calon emiten jasa tambang ini disarankan membaca prospektus secara saksama begitu terbit, memperhatikan risiko usaha pertambangan, dan tidak menjadikan kisaran harga bookbuilding sebagai satu-satunya acuan keputusan.