⌂ Beranda › Tren › Klaim 4 Video Fina dan Egar Tersebar di TikTok, tapi Identitas Sosok di Dalamnya Tak Terkonfirmasi
Tren

Klaim 4 Video Fina dan Egar Tersebar di TikTok, tapi Identitas Sosok di Dalamnya Tak Terkonfirmasi

Klaim 4 Video Fina dan Egar Tersebar di TikTok, tapi Identitas Sosok di Dalamnya Tak Terkonfirmasi
Ilustrasi video viral yang menjadi perbincangan di media sosial • Freepik
A A Ukuran Teks16px

Pertanyaan yang paling sering diajukan soal isu ini sebenarnya bisa dijawab singkat: tidak ada bukti yang bisa memastikan empat video itu benar ada, apalagi memastikan sosok di dalamnya adalah Fina dan Egar. Yang ada hanyalah klaim, tautan, dan narasi yang saling meniru.

Pencarian soal empat video atas nama Fina Banyuwangi melonjak di TikTok, X, dan Instagram pada Selasa, 3 November 2026. Popularitas Egar Pradana dan Fina Theia Nafisabilla membuat rumor itu cepat menyebar, meski dasarnya rapuh.

Materi asli yang teridentifikasi tetap dua klip yang sama: vlog obrolan di dalam mobil dari @finaegar pada 28 Mei 2026 dan momen memasang jibbitz di sandal. Di luar itu, beredar tautan penyimpanan awan yang diklaim berisi empat bagian dengan rincian 27 detik (3,08 MB), 2 menit 19 detik (7,09 MB), 4 menit 26 detik (96,9 MB), dan 1 menit 1 detik (11,15 MB).

Mengapa Identitasnya Tidak Terkonfirmasi

Berkas yang diklaim itu disebut direkam di dalam ruangan, berbeda dengan vlog asli yang direkam di mobil. Wajah sosok di dalamnya terpotong dan tidak terlihat jelas, sehingga tidak bisa dipastikan secara mutlak siapa orangnya.

Sumber menyimpulkan status kebenarannya tidak dapat dipastikan, dan mengaitkan nama Egar dan Fina dengan berkas itu disebut sebagai hasil cocoklogi warganet dan narasi provokatif pengunggah.

Risiko yang Mengintai Pemburu Tautan

Sementara buktinya tidak ada, risikonya nyata: tautan berbayar Rp5.000 hingga Rp30.000, potensi penipuan, serta ancaman phishing dan malware. Membayar atau mengklik tautan itu tidak mendekatkan siapa pun pada kebenaran, hanya pada kerugian.

Sampai ada bukti terverifikasi, klaim empat video itu harus diperlakukan sebagai rumor yang belum terbukti, bukan sebagai fakta.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru