Di balik isu video yang dikaitkan dengan pasangan kreator Banyuwangi, ada ekonomi gelap kecil yang ikut berjalan: tautan berbayar. Harganya mulai Rp5.000 hingga Rp30.000, dibayar oleh warganet yang penasaran, untuk sebuah video yang keberadaannya sendiri belum pernah dibuktikan.
Pasangan yang namanya dipakai adalah Egar Pradana dan Fina Theia Nafisabilla. Konten mereka yang benar-benar teridentifikasi hanyalah dua klip biasa: vlog obrolan di dalam mobil dari akun bersama @finaegar pada 28 Mei 2026, dan momen memasang pin jibbitz pada sandal.
Narasi sensasional ditempelkan pada unggahan ulang dua klip itu, lalu muncullah penawaran akses ke empat bagian video. Rincian yang diklaim: bagian pertama 27 detik (3,08 MB), kedua 2 menit 19 detik (7,09 MB), ketiga 4 menit 26 detik (96,9 MB), dan keempat 1 menit 1 detik (11,15 MB).
Pembeli Melapor Kecele
Sebagian pembeli dilaporkan tidak menerima video yang dijanjikan, atau diarahkan ke halaman lain. Di sisi lain, tautan sembarangan juga membawa risiko phishing dan malware, sehingga kerugiannya bisa berlipat: uang hilang, data terancam.
Kejanggalan mendasarnya tetap sama. Berkas yang diklaim disebut direkam di dalam ruangan, bukan di mobil, dan wajah sosok di dalamnya tidak terlihat jelas. Identitasnya tidak bisa dikonfirmasi sebagai Egar dan Fina.
Ancaman Hukum dan Imbauan
Tidak ada klarifikasi resmi dari Egar dan Fina, dan tidak ada pernyataan pihak berwenang yang membenarkan materi yang diklaim. Mengaitkan nama mereka dengan materi tak terverifikasi itu murni cocoklogi warganet dan narasi pengunggah ulang.
Sebagai catatan hukum, penyebaran konten asusila dapat dijerat UU ITE dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Imbauan yang paling masuk akal: jangan membeli, mengklik, atau menyebarkan tautan bertajuk video viral yang sumbernya tidak jelas.