Di media sosial, potongan informasi mengenai perpisahan ini beredar dengan cepat dan sering kali kehilangan konteks aslinya. Sebagian warganet langsung mempercayai dugaan yang beredar, sebagian lain memilih menunggu pernyataan resmi. Perbedaan sikap itu wajar, tetapi yang tidak boleh hilang adalah ketelitian membaca: tiga alasan yang disebut sumber memiliki kedudukan berbeda-beda, dan alasan pertama secara khusus masih berstatus klaim yang diakui sendiri belum mendapat konfirmasi resmi dari kedua pihak yang bersangkutan.
Untuk saat ini, fakta yang terkonfirmasi adalah status perceraian mereka yang sudah diputus pengadilan. Selebihnya, terutama soal dugaan perselingkuhan, masih menunggu kejelasan resmi yang belum juga muncul. Warganet yang mengikuti kasus ini sebaiknya menahan diri dari spekulasi berlebihan. Bagaimanapun, di balik nama besar Preman Terkuat di Bumi, ada keluarga nyata yang sedang melewati masa sulit dan layak mendapat ruang privasi. Menghormati batas itu adalah cara paling sederhana bagi publik untuk bersikap dewasa menyikapi kabar perpisahan yang menyangkut kehidupan pribadi orang lain.