Sepak bola sering menghadirkan pahlawan dari tempat yang tak terduga. Di Etihad, Rabu malam, pahlawan itu bernama Geronimo Rulli, kiper kedua Manchester City.
City tertinggal dua kali dari Brighton, menyamakan dua kali, dan akhirnya menang 4-3 dalam adu penalti setelah imbang 2-2. Rulli menggagalkan dua penalti, dari Yasin Ayari dan Lewis Dunk, setelah Kovacic gagal di eksekusi pertama City.
Konteksnya penting. Maresca merotasi besar-besaran: Donnarumma, Haaland, Dias, Gvardiol, dan Anderson tidak masuk skuad. Rotasi itu nyaris berujung bencana, sampai kiper pelapis menyelamatkan rencana sang pelatih.
Pesan Maresca yang Jelas
Alih-alih membuka perdebatan kiper, Maresca justru menutupnya. Donnarumma tetap nomor satu tanpa keraguan, kata sang pelatih, dan Rulli memahami peran itu. Penampilan heroik satu malam tidak mengubah hierarki, tetapi membuktikan kedalaman skuad City.
Hadiahnya: tiket perempat final melawan Bradford City, dan satu malam yang akan selalu dikenang Rulli.