Masters of the Universe
He-Man and the Masters of the Universe memulai franchise fantasi yang menarik di era '80-an.
Nostalgia membuat IP ini terus bertahan hingga kini, meskipun kualitas serial dan filmnya bervariasi.
>>> Adaptasi Philip K. Dick Netflix Akan Bersaing dengan Silo dan Fallout
Bahkan beberapa tambahan terkuat pun tidak menerima pengakuan yang pantas.
Film Masters of the Universe tahun 2026, yang sangat menyenangkan dan menonjolkan kekuatan kartun aslinya, sayangnya gagal di box office.
Film tersebut meraup sekitar $107 juta dari anggaran $170 juta, menunjukkan kurangnya minat audiens. Ini sangat disayangkan karena film tersebut layak didukung dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut.
Kekecewaan lain bagi penggemar adalah She-Ra and the Princesses of Power yang berhenti tayang di mana pun sejak Februari.
Tahun ini terasa mengecewakan bagi Masters of the Universe.
Dungeons and Dragons
Dungeons and Dragons sangat cocok untuk berbagai jenis cerita, baik dalam bentuk buku, serial TV, maupun film.
Beberapa proyek adaptasinya memang berhasil, namun untuk film dan serial live-action, franchise ini kurang beruntung.
Upaya adaptasi tahun 2000 dinilai buruk, dan Dungeons & Dragons: Honor Among Thieves, meskipun sangat menghibur, tidak mencerminkan kesuksesan box office.
Film tersebut hanya menghasilkan $205 juta dari anggaran $150 juta, menjadikannya proyek hebat lain yang tidak menarik banyak penonton.
Meskipun ada kesuksesan di streaming, sekuel tampaknya tidak akan terwujud.
Kesulitan D&D dalam adaptasi live-action sangat membuat frustrasi karena potensinya jelas terlihat ketika ditangani dengan baik.
Kesuksesan kritis The Legend of Vox Machina dan The Mighty Nein di Prime Video membuktikannya.
Sangat disayangkan studio tidak bergegas meniru kesuksesan tersebut dengan membuat lebih banyak proyek berbasis D&D.
Avatar: The Last Airbender
Setelah 21 tahun, Avatar: The Last Airbender tetap menjadi serial fantasi yang nyaris sempurna, namun sebagian besar ekspansi franchise ini layak mendapatkan perlakuan yang lebih baik.
The Legend of Korra, sebagai sekuel yang memecah belah, memiliki banyak masalah yang berasal dari narasi yang terputus-putus.
Hal ini disebabkan oleh spin-off yang harus berjalan satu musim demi satu musim, menghalangi kreator untuk merencanakan cerita yang utuh seperti pada serial orisinal.
>>> 4 Pahlawan Anime yang Lebih Perkasa dari Goku
Adaptasi live-action Netflix juga menghadapi tantangan tersendiri, meskipun upaya untuk membawa cerita ini ke audiens baru terus dilakukan.