Selama 15 tahun, HBO mendominasi serial fantasi prestisius, dengan Game of Thrones sebagai standar yang mengubah genre ini menjadi fenomena budaya.
Namun, kini Netflix berupaya mengukir dampaknya sendiri melalui adaptasi Magic: The Gathering yang berpotensi menyaingi signifikansi Game of Thrones.
>>> Game PC Gratis Baru Rilis untuk Semua Pengguna Steam
Netflix sedang mengembangkan serial televisi adaptasi dari Magic: The Gathering, yang berlatar di multiverse otentik.
Jika berhasil, proyek ini bisa jadi penantang serius bagi HBO dalam perebutan tahta genre fantasi.
Asal-usul Magic: The Gathering
Diluncurkan pada tahun 1993, Magic: The Gathering adalah permainan kartu koleksi pertama di dunia.
Selama lebih dari tiga dekade, ia telah mengumpulkan lebih dari 27.000 kartu unik, 60 novel, komik, video game, serta mitologi yang saling terhubung.
Waralaba ini memiliki lebih dari 27.000 kartu unik, lebih dari 60 novel, komik, video game, dan mitologi yang saling terhubung.
Dalam dunia Magic: The Gathering, penyihir kuat yang dikenal sebagai Planeswalker menjelajahi berbagai dimensi, masing-masing dengan estetika, aturan sihir, struktur politik, dan sejarah naratifnya sendiri.
Proyek adaptasi ini sempat tertunda selama bertahun-tahun, namun pada September 2024, Netflix memulai kembali dari nol dengan showrunner Terry Matalas, yang dikenal lewat Star Trek: Picard Season 3.
Produksi telah memasuki fase casting dan animasi.
Keunggulan Animasi Magic: The Gathering
Salah satu tantangan terbesar serial fantasi pasca-Game of Thrones adalah kompleksitas pembuatan dunia live-action yang memakan biaya besar.
Namun, Magic: The Gathering tidak menghadapi masalah ini karena formatnya yang animasi.
Animasi menghilangkan banyak hambatan yang dihadapi fantasi live-action.
Setiap dimensi baru yang dikunjungi serial ini, mulai dari koridor cyberpunk Kamigawa hingga horor gotik Innistrad, dapat dirender sepenuhnya tanpa batasan visual.
>>> Proyek Remake Ocarina of Time Buatan Penggemar Dihentikan Nintendo
Berbeda dengan Game of Thrones yang terbatas pada satu dunia, Magic: The Gathering dapat mereinvent bahasa visualnya di setiap episode jika diinginkan.
