⌂ Beranda News 5 Waralaba Fantasi Ikonik yang Layak Mendapat Perlakuan Lebih Baik

5 Waralaba Fantasi Ikonik yang Layak Mendapat Perlakuan Lebih Baik

5 Waralaba Fantasi Ikonik yang Layak Mendapat Perlakuan Lebih Baik
Ilustrasi: 5 Waralaba Fantasi Ikonik yang Layak Mendapat Perlakuan Lebih Baik
A A Ukuran Teks16px

Waralaba fantasi sering kali memiliki potensi kelanjutan yang panjang berkat pembangunan dunia dan lore yang kaya.

Investasi penggemar yang mendalam membuat banyak waralaba ikonik sukses berekspansi ke berbagai media. Namun, tidak semua waralaba populer mendapatkan perlakuan yang layak, baik dari industri hiburan maupun audiens.

>>> 11 Tahun Berlalu, Anime 'Chivalry of a Failed Knight' Kembali dengan Rilis Fisik Baru

Beberapa di antaranya terasa kurang dihargai meskipun memiliki reputasi besar.

Mulai dari klasik era '90-an yang reboot-nya tertunda hingga franchise yang terus-menerus menghadapi nasib buruk, berikut adalah lima waralaba fantasi yang pantas mendapatkan lebih.

Buffy the Vampire Slayer

Dianggap sebagai klasik dan salah satu serial paling berpengaruh, Buffy the Vampire Slayer memelopori penceritaan supernatural dengan representasi yang kuat.

Meskipun menunjukkan usianya, serial ini tetap relevan dan telah berkembang menjadi komik, novel, film, serta spin-off Angel.

Namun, Angel dibatalkan, dan yang lebih mengecewakan adalah reboot Hulu yang sangat dinanti juga dibatalkan.

Alasan pembatalan reboot tersebut dipertanyakan, mengingat popularitas serialnya yang tetap tinggi. Ini menjadi contoh nyata waralaba fantasi yang tidak mendapatkan pengakuan yang semestinya.

The Lord of the Rings

The Lord of the Rings adalah salah satu franchise terbesar di layar lebar, dan Hollywood menyadari nilainya dengan terus memproduksi proyek baru.

Karya J. R.

R. Tolkien menjadi fondasi bagi banyak karya fantasi setelahnya.

Namun, perlakuan terhadap franchise ini dalam beberapa tahun terakhir meninggalkan banyak hal yang diinginkan, baik dari sisi kreatif maupun penggemar.

Ada upaya yang kurang untuk mempertahankan orisinalitas dan kualitasnya.

Sejak The Hobbit: The Battle of the Five Armies, franchise ini cenderung mengarah pada nostalgia berlebihan atau perubahan kanon yang mengganggu.

Sinisme yang mengelilingi banyak proyek The Lord of the Rings juga merugikan franchise ini secara keseluruhan.

Meskipun mungkin ini adalah tanda kesuksesan, ia tetap pantas mendapatkan perlakuan yang lebih baik.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru