Nostalgia Tidak Bertahan dalam Jangka Panjang
Star Trek bukan satu-satunya waralaba yang menghadapi masalah nostalgia. Star Wars telah menunjukkan bahwa nostalgia adalah jebakan; hasilnya bagus dalam jangka pendek, tetapi selalu mengalami penurunan.
The Force Awakens memusatkan waralaba pada nostalgia trilogi asli pada 2015, dan acara Disney+ menyasar generasi prekuel, tetapi performanya terus menurun.
Box office The Mandalorian and Grogu yang mengecewakan menunjukkan apa yang terjadi ketika waralaba kehilangan ketajamannya.
Kembalinya Russell T.
Davies ke Doctor Who juga berakhir dengan kekalahan rating, dan BBC kini menawarkan acara fiksi ilmiah tertua di dunia itu untuk ditender.
Penulis komik Grant Morrison baru-baru ini mengajukan gagasan untuk mereluncurkan Doctor Who tanpa beban masa lalu.
Star Wars dan Doctor Who mungkin lebih dalam terjebak nostalgia daripada Star Trek, tetapi acara Kirk hanya akan mendorong Enterprise semakin jauh ke dalamnya.
Ironisnya, Star Trek sebenarnya masih mencoba menjadi berani dan segar dengan Discovery dan Starfleet Academy, tetapi dengan cara yang tidak cocok.
Starfleet Academy misalnya, terobsesi dengan kontinuitas untuk menarik penonton lama, sementara bercerita dengan cara yang ramah Gen Z yang justru membuat mereka pergi.
Tidak ada yang baru yang berhasil, sehingga godaan untuk melihat ke masa lalu semakin besar.
>>> Avatar: Fire and Ash Jadi Hit Instan di Disney+ Hanya dalam Sehari
Jika Star Trek ingin kembali lebih kuat, godaan itu harus dilawan. Konten Star Trek dapat ditonton di Paramount+.