⌂ Beranda News Buku Set Sail Ungkap Tantangan Terbesar Produksi Live-Action One Piece

Buku Set Sail Ungkap Tantangan Terbesar Produksi Live-Action One Piece

Buku Set Sail Ungkap Tantangan Terbesar Produksi Live-Action One Piece
A A Ukuran Teks16px

Netflix berhasil menghidupkan kembali fenomena global One Piece melalui adaptasi live-action yang mendapat sambutan hangat.

Buku Set Sail: The Art & Making of One Piece mengupas tuntas perjalanan produksi yang penuh tantangan.

>>> 3 Adegan Paling Mungkin Ditambahkan ke Avengers: Endgame untuk Siapkan Doomsday

Buku ini dirilis pada 23 Juni 2026 dan memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana Netflix mematahkan kutukan adaptasi anime ke live-action.

Arahan Ketat Eiichiro Oda

Eiichiro Oda, sang kreator One Piece, memainkan peran kunci dalam memastikan adaptasi sesuai visinya.

Set Sail mengungkap tiga pedoman penting yang diberikan Oda kepada Netflix dan Tomorrow Studios.

Pedoman tersebut meliputi tidak mengubah topi Luffy, tidak ada hubungan romantis antar kru, dan tidak menciptakan Buah Iblis baru tanpa persetujuan.

Showrunner Matt Owens menekankan pentingnya menjaga karya Oda tetap utuh.

"Tugas saya adalah membawa ceritanya ke medium baru dan audiens baru," ujar Owens dalam buku tersebut.

Owens dan tim bertanggung jawab atas presentasi awal kepada Oda untuk mendapatkan persetujuan.

Setelah melalui proses meyakinkan, Oda akhirnya setuju, namun seluruh musim pertama harus ditulis ulang untuk memenuhi keinginannya.

Oda secara rutin memberikan masukan pada elemen kunci, seperti pentingnya adegan Dracule Mihawk membelah kapal Krieg.

Tantangan Menghidupkan Karakter

Set Sail juga mengupas detail bagaimana Netflix menghidupkan setiap karakter dengan mulus.

>>> 60 Tahun Lalu, Satu Cerita Doctor Who Mengubah Acara TV Selamanya

Proses casting dilakukan secara global melalui audisi jarak jauh, dengan melibatkan Oda dalam pemilihan pemeran.

Para Kru Topi Jerami—Luffy, Zoro, Sanji, Nami, dan Usopp—berhasil diperkenalkan kembali ke dunia.

Karakter ikonik seperti Buggy si Badut dan Mr. 3 juga dihadirkan dengan akurasi tinggi.

Tony Tony Chopper disebut sebagai salah satu karakter paling kompleks yang diadaptasi.

Berbagai teknik digunakan, mulai dari aktor dengan prostetik hingga boneka, untuk menggambarkan Chopper di layar.

Buku ini mencatat bahwa Color Walk Compendiums karya Oda menjadi panduan penting bagi desain karakter dan kostum.

Lebih dari 70 orang dikerahkan untuk mewujudkan detail kostum yang tampak mustahil.

Set Sail juga mengungkap bagaimana tim kreatif menggunakan SBS Question Corner dari manga sebagai sumber referensi.

Referensi tersembunyi, seperti karya seni Oda yang tersebar di beberapa adegan, menjadi kejutan bagi penggemar setia.

Tim desain produksi mendapat pujian karena berhasil membawa nuansa manga ke dalam dunia live-action.

>>> Hunter x Hunter Rilis Trailer Baru Sambut Kembalinya Manga

Buku ini juga membahas pembuatan properti, seni rias, dan upaya menjaga lore karakter tetap autentik.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru