Penerbitan genre fantasi telah mengalami revolusi sejak tahun 2000.
Berbeda dari kisah-kisah sebelumnya yang sering kali berlatar abad pertengahan Eropa dengan pahlawan terpilih, karya-karya abad ke-21 kini menghadirkan narasi yang menantang asumsi tersebut.
>>> The Nevers: Serial Steampunk HBO yang Terlupakan dan Layak Ditonton Ulang
Trilogi-trilogi ini berakar pada mitologi non-Barat, dibangun di sekitar protagonis yang kompleks secara moral, dan berani menyajikan akhir yang tidak selalu mudah atau nyaman.
Berikut adalah lima trilogi terbaik yang tidak hanya menghasilkan novel-novel hebat secara individu, tetapi juga mempertahankan keunggulan yang konsisten di ketiga bagiannya, sekaligus mendefinisikan ulang potensi genre fantasi.
Mistborn Era 1: Kisah yang Dimulai dari Akhir
Trilogi Mistborn Era 1 karya Brandon Sanderson, yang terdiri dari The Final Empire (2006), The Well of Ascension (2007), dan The Hero of Ages (2008), hadir dengan premis ambisius: sebuah cerita fantasi di mana Sang Kegelapan telah memenangkan peperangan.
Sanderson menempatkan ceritanya di dunia di mana sang pahlawan yang dinubuatkan telah gagal seribu tahun lalu, dan tiran yang dikenal sebagai Lord Ruler berkuasa sejak saat itu.
Langit terus-menerus menurunkan abu, sementara tumbuhan layu di bawah matahari merah.
Dalam lanskap suram ini, muncul Vin, seorang pencuri jalanan setengah-skaa dengan kemampuan Allomancy laten, yaitu sihir membakar logam.
Bersamanya adalah Kelsier, seorang revolusioner dengan rencana untuk menjatuhkan seluruh kekaisaran.
Sistem sihir Sanderson dikenal sangat terstruktur, dan alur cerita trilogi ini sangat memuaskan bagi pembaca yang teliti, dengan setiap buku memperdalam apa yang telah ada sebelumnya.
The Daevabad Trilogy: Membangun Dunia Fantasi dari Mitologi Lain
The Daevabad Trilogy oleh S. A.
Chakraborty, mencakup The City of Brass (2017), The Kingdom of Copper (2019), dan The Empire of Gold (2020), membuktikan bahwa genre fantasi dapat menggali kekayaan mitologi Islam dan sejarah Timur Tengah abad pertengahan dengan kedalaman yang sama seperti sumber-sumber Eropa.
