Dekade 1970-an menandai periode krusial dalam evolusi karakter Batman.
Setelah sempat terpengaruh oleh serial televisi yang lebih ringan, era ini menjadi titik awal kembalinya Batman ke nuansa yang lebih kelam dan misterius.
>>> Penggemar Marvel Terkejut dengan Kematian Magneto di X-Men '97
Upaya ini dipelopori oleh penulis Denny O’Neil dan seniman Neal Adams, yang mulai menciptakan cerita-cerita yang mengembalikan Batman ke dalam bayang-bayang.
Meskipun cerita-cerita ringan masih ada, para penjahat yang dihadirkan memiliki gigitan yang membedakan Batman dari judul-judul DC lainnya.
Para Penjahat yang Membentuk Era 1970-an
Berikut adalah 10 penjahat ikonik Batman yang mendefinisikan era 1970-an, termasuk satu sosok yang sering kali terabaikan.
10. The Sensei
Meskipun debutnya terjadi pada akhir 1960-an, The Sensei tetap populer di tahun 1970-an.
Ia adalah dalang di balik pembunuhan Boston Brand, yang menciptakan karakter Deadman, dan merupakan pemimpin asli League of Assassins.
Posisi ini kemudian diubah menjadi tokoh penting dalam League dan rival Ra’s al Ghul. Warisan tergelapnya adalah perannya dalam pembunuhan Batwoman pertama, Kathy Kane.
Belakangan terungkap bahwa ia adalah ayah Ra’s al Ghul dan kakek buyut Damian Wayne.
9. Maxie Zeus
Maxie Zeus, seorang mantan profesor sejarah Yunani yang kehilangan akal sehat setelah kematian istrinya, terobsesi dengan mitologi klasik hingga percaya dirinya adalah reinkarnasi Zeus.
Ia menjadi bos kejahatan di Gotham, namun tetap menunjukkan sisi simpatik dengan melindungi putrinya, Medea.
Karakter ini digambarkan sebagai sosok yang hancur secara psikologis, lebih mendekati tokoh tragis daripada penjahat konyol.
8. Rupert Thorne
Rupert Thorne adalah seorang anggota dewan kota Gotham yang korup dan bos kejahatan. Ia menggunakan jabatan publiknya untuk melawan Batman, menjadi pemain sentral dalam arc "Strange Apparitions".
Thorne pernah menculik dan menyiksa Hugo Strange untuk mendapatkan identitas rahasia Batman. Ia menjadi cetak biru bagi karakter penjahat terorganisir yang memegang kekuasaan politik di kemudian hari.
