Grup pahlawan super Marvel mana pun tidak pernah menghadapi krisis berskala besar sebanyak X-Men.
Sementara tim lain seperti Avengers dan Fantastic Four juga mengalami peristiwa besar, X-Men secara konsisten terlibat dalam serangkaian bencana yang mengarah pada reboot, retcon, dan perubahan besar dalam mitologi mutan.
>>> Batman Ungkap Identitas Rahasianya untuk Pertama Kali dalam Sejarah
Baru-baru ini, para mutan mengakhiri era isolasionisme mereka dan meninggalkan Pulau Krakoa.
Namun, kelompok yang terpecah ini kini tersebar di seluruh dunia, dan rumor beredar bahwa X-Men akan segera mengalami evolusi dramatis lainnya.
Sejarah Event Besar X-Men
The Uncanny X-Men telah menjadi salah satu merek terlaris Marvel selama beberapa dekade.
Kesuksesan ini sebagian besar berkat alur cerita serial yang menarik dari Chris Claremont, seperti "Dark Phoenix Saga" dan "Days of Future Past".
Pada pertengahan 1980-an, X-Men menjadi pusat perhatian dengan "The Fall of the Mutants", di mana tim berkorban melawan kekuatan alam yang jahat.
Ini diikuti oleh "Inferno" pada tahun berikutnya, yang menyatukan kembali X-Men dengan anggota pendiri mereka dan menampilkan kembalinya Jean Grey.
Era 1990-an menjadi periode transformatif dengan peluncuran X-Men #1 oleh Chris Claremont dan Jim Lee, yang memecahkan rekor penjualan.
Setelah peristiwa seperti "X-Tinction Agenda", tim yang dipulihkan dipimpin oleh Profesor X, Storm, dan Cyclops, menghadapi musuh yang semakin berbahaya seperti Apocalypse.
Peristiwa besar terus berlanjut, termasuk "Age of Apocalypse", "Onslaught", dan "The Phalanx Covenant", yang membuat X-Men terus bergerak dari satu epik ke epik lainnya.
>>> CD Doom Mods Langka Terjual Rp 22 Juta, Kolektor Bayar Mahal untuk Modifikasi Lama
Perubahan Besar dan Era Baru
Memasuki milenium baru, X-Men mencapai proporsi naratif yang tampaknya melampaui alam semesta Marvel lainnya.
Peristiwa "House of M" pada tahun 2005, yang dipicu oleh ucapan Wanda Maximoff, "No more mutants", secara drastis mengubah segalanya.
Mutan menjadi spesies langka yang ditakuti.
