Roku secara resmi meluncurkan pembaruan besar pada layar beranda setelah lebih dari satu dekade. Perubahan ini mulai diterapkan pada 7 Juli 2026, sebulan setelah diumumkan pada akhir Mei.
Pembaruan ini menggantikan tata letak grid yang dapat diatur pengguna dengan rekomendasi personal berdasarkan riwayat tontonan.
>>> Skor Rotten Tomatoes Moana Lebih Rendah dari Snow White, Jadi Salah Satu yang Terburuk
Fitur pencarian juga kini lebih terintegrasi, namun banyak pengguna merasa kehilangan kendali atas tampilan beranda mereka.
Sejumlah pengguna meluapkan kekecewaan di media sosial. Seorang pengguna X menyebutnya "pembaruan sampah" dan mengecam hilangnya kustomisasi serta bertambahnya iklan.
Pengguna lain mengancam akan beralih ke perangkat Fire Stick.
Respons Negatif dan Keluhan Teknis
Beberapa pengguna melaporkan masalah audio setelah pembaruan. Suara berfungsi saat menjelajah aplikasi, tetapi hilang saat memutar konten.
>>> Obsidian Dikabarkan Kembangkan Fallout Baru di Tengah PHK Massal
Roku menyarankan restart, namun keluhan terus bermunculan.
Seorang pengguna menulis bahwa Roku mengabaikan keluhan selama berhari-hari. Yang lain mengatakan pembaruan justru membuat pengalaman lebih buruk dan mendorongnya beralih ke kompetitor.
Akuisisi oleh FOX
Di tengah kontroversi, FOX mengakuisisi Roku sebesar $22 miliar. Saham Roku sempat turun setelah pengumuman.
FOX juga memiliki Tubi, dan CEO menyebut kedua layanan itu saling melengkapi.
>>> Kreator Gravity Falls Rayakan Pencapaian Online yang Lucu
Belum jelas bagaimana FOX akan mengelola Roku dan Tubi ke depannya. Namun, akuisisi ini menambah ketidakpastian di kalangan pengguna setia Roku.
