⌂ Beranda News Masalah Musim Kedua Netflix: Mengapa One Piece dan Banyak Acara Lain Kehilangan Penonton

Masalah Musim Kedua Netflix: Mengapa One Piece dan Banyak Acara Lain Kehilangan Penonton

Masalah Musim Kedua Netflix: Mengapa One Piece dan Banyak Acara Lain Kehilangan Penonton
Ilustrasi: Masalah Musim Kedua Netflix: Mengapa One Piece dan Banyak Acara Lain Kehilangan Penonton
A A Ukuran Teks16px

Era kejayaan streaming telah berakhir.

Tahun 2025 menjadi saksi matinya puncak streaming, dengan kreator Andor, Tony Gilroy, secara terbuka menyebut streaming "mati" dan Duffer bersaudara menyatakan tidak percaya hal seperti Stranger Things bisa terulang lagi.

>>> Peringkat Anggota Akatsuki dari yang Terburuk hingga Terbaik

Pernyataan itu bukan sekadar ego; mereka percaya industri telah berubah. Tentu saja, hal ini menimbulkan masalah besar bagi Netflix.

Meski Netflix masih tumbuh, laju pertumbuhannya melambat. Bloomberg baru saja menerbitkan analisis menarik tentang penurunan drastis penonton musim kedua di Netflix.

Beberapa kasus memang bisa dijelaskan secara terpisah, seperti Beef yang merupakan serial antologi sehingga musimnya tidak bisa dibandingkan.

Namun, tren penurunan jelas terjadi, dan Netflix lebih buruk dibandingkan kompetitor.

Sebagai perbandingan, penonton House of the Dragon hanya turun 8 persen antara musim pertama dan kedua.

Model Streaming Netflix Gagal

Keluhan umum di media sosial adalah jeda terlalu lama antar musim. Faktor itu memang tidak bisa diabaikan; jeda dua hingga tiga tahun pasti berdampak.

Namun, kompetitor tidak mengalami penurunan serupa meskipun memiliki jeda bertahun-tahun. Analisis Bloomberg mencakup berbagai genre, termasuk Running Point dan Beef yang tidak membutuhkan waktu produksi lama.

Waktu produksi mungkin menjadi faktor, tetapi hanya sebagai kontribusi, bukan penyebab utama.

Perbedaan utama antara Netflix dan kompetitor adalah model rilis. Hanya sedikit kompetitor yang mengadopsi model tayangan bertahap Netflix, seperti Disney+ yang hanya kadang-kadang menggunakannya.

Rilis mingguan mendorong keterlibatan jangka panjang dan membuat acara lebih lama menjadi tren. Penonton terus bertambah sepanjang masa tayang, bukan hanya memuncak di dua minggu pertama.

Gabungan kedua masalah menciptakan badai sempurna: rilis Netflix sporadis dan tidak terduga, sehingga penonton tidak tahu kapan musim kedua akan tayang.

Model tayangan bertahap membuat dampak terkonsentrasi; jika penonton melewatkan pemasaran atau obrolan online selama satu akhir pekan, mereka mungkin tidak tahu musim kedua sudah rilis.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru