Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa peran BRI diarahkan untuk mendukung kesejahteraan guru dan kemajuan pendidikan. Dalam praktiknya, dukungan itu berupa penyediaan sistem dan jaringan penyaluran yang mampu menangani ratusan ribu penerima dalam satu program. Nilai total Rp921,6 miliar menuntut proses transfer yang tertib dan berbasis data yang sudah divalidasi.
Jaringan pendukung BRI meliputi lebih dari 7.000 unit kerja dan 1,06 juta agen BRILink. Bagi guru penerima di berbagai daerah, jaringan tersebut menyediakan akses layanan yang luas setelah dana ditransfer. Keberadaan titik layanan fisik tetap relevan berdampingan dengan pengecekan rekening, terutama bagi penerima yang membutuhkan bantuan layanan perbankan atau yang berada jauh dari kantor layanan utama di daerahnya masing-masing.
Dengan rincian tersebut, pesan utama bagi guru non-ASN cukup jelas. Periksa rekening untuk tunjangan akumulasi Juli hingga September 2026, dengan acuan Rp6 juta bagi guru honorer penerima. Di balik penyaluran itu, BRI menjalankan instruksi Kemendikdasmen sebagai bank penyalur untuk 507 ribu penerima, sementara kewenangan menentukan penerima, besaran, dan jadwal tetap berada pada pemerintah.