⌂ Beranda › Tren › TKA Trending: Siswa Foto Soal Buat AI, DPR Desak Investigasi dan Sanksi Tegas
Tren

TKA Trending: Siswa Foto Soal Buat AI, DPR Desak Investigasi dan Sanksi Tegas

TKA Trending: Siswa Foto Soal Buat AI, DPR Desak Investigasi dan Sanksi Tegas
Ujian • scotth-graham/unplash
A A Ukuran Teks16px

Video siswa memotret soal ujian lalu meminta jawaban ke AI membuat heboh. Kini, dugaan kecurangan Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA 2026 itu berbuntut sanksi tegas dari pemerintah.

Rekaman yang viral di media sosial itu memperlihatkan peserta didik memotret layar komputer ujian dengan ponsel pintar, kemudian mengunggahnya ke platform kecerdasan buatan demi memperoleh kunci jawaban. Ada pula peserta yang ketahuan siaran langsung di YouTube saat mengerjakan soal.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti turun langsung meninjau ujian ulang TKA di SMAN 68 Jakarta, Jumat 30 Oktober 2026. Di sana ia menegaskan: peserta yang terbukti curang langsung diberi nilai nol pada mata pelajaran terkait.

"Begitu kami menemukan ada ketidakjujuran, nilainya langsung kami berikan nol," tegas Mu'ti. Pengawas ujian yang tidak jujur juga bakal masuk daftar hitam dan tidak boleh lagi bertugas pada TKA berikutnya.

DPR: Investigasi Jangan Hanya Sasar Siswa

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Hilman Mufidi, menilai pengusutan tidak boleh berhenti pada siswa. Ia mendesak Kemendikdasmen mengevaluasi jajaran pengawas di lokasi ujian dan menelusuri bagaimana ponsel terlarang bisa lolos masuk ruang ujian.

Sebagai langkah pencegahan, Hilman mengusulkan pemasangan alat pengacak sinyal dan pemeriksaan fisik peserta. Ia juga meminta laporan masyarakat lewat Posko Pengaduan Inspektorat Jenderal direspons cepat dan dijaga kerahasiaannya.

Bukan Kasus Pertama

Catatan Kemendikdasmen menunjukkan pelanggaran serupa bukan hal baru. Pada pelaksanaan tahun sebelumnya tercatat 71 pelanggaran di jenjang SMA dan 95 kasus kecurangan di SD dan SMP, termasuk jaringan joki yang melibatkan bimbel dan oknum pengawas.

Adapun ujian ulang di SMAN 68 digelar karena kendala jaringan pada hari kedua gelombang pertama, sehingga peserta harus mengulang Bahasa Inggris dan Asesmen Nasional Survei Lingkungan Belajar. Seorang siswa kelas 12, Davana Kamil, sempat menyampaikan langsung keresahannya kepada menteri soal laporan kecurangan yang beredar. Sampai saat ini, dugaan kecurangan masih diselidiki, dan sanksi hanya berlaku bagi yang terbukti melanggar.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru