Italia akhirnya punya lagi juara dunia Formula 1 setelah 73 tahun. Adalah Andrea Kimi Antonelli yang mengakhiri penantian itu lewat finis ketiga di Grand Prix Meksiko, Minggu 1 November 2026.
Pembalap Italia terakhir yang menjadi juara dunia adalah Alberto Ascari pada 1953. Sejak itu, tidak ada lagi pembalap Italia yang mampu merebut gelar tertinggi ajang balap jet darat tersebut, hingga Antonelli datang pada musim keduanya di Formula 1.
Antonelli mengunci gelar dengan cara yang relatif tenang. Start dari posisi keempat di Autodromo Hermanos Rodriguez, ia finis ketiga di belakang Max Verstappen dan Lewis Hamilton dalam balapan 71 lap yang digelar Senin dini hari WIB.
Cukup Finis Sembilan Besar
Hitung-hitungan sebelum balapan sebenarnya sudah menguntungkan Antonelli. Ia hanya perlu finis sembilan besar untuk memastikan gelar, apa pun hasil yang diraih para pesaingnya. Syarat itu ia penuhi dengan nyaman.
Verstappen memenangi lomba dalam 2 jam 20 menit 28,772 detik, unggul 0,799 detik atas Hamilton dan 4,006 detik atas Antonelli. Kemenangan itu menjadi yang ketiga bagi Verstappen musim ini, tetapi tak cukup menghalangi pesta Antonelli.
Termuda Sepanjang Sejarah
Di usia 20 tahun 68 hari, Antonelli memecahkan rekor Sebastian Vettel sebagai juara dunia termuda sepanjang sejarah Formula 1. Ia mengoleksi 380 poin, unggul 119 poin atas Verstappen dan 121 poin atas Hamilton, sehingga empat seri tersisa tak lagi menentukan.
Balapan di Meksiko sendiri diwarnai bendera merah akibat kecelakaan berat Valtteri Bottas serta safety car di akhir lomba menyusul kecelakaan Arvid Lindblad. Antonelli sempat menyalip Charles Leclerc pada lap ke-48 untuk mengamankan podium.
Dengan gelar pembalap terkunci, perhatian kini beralih ke gelar konstruktor. Mercedes berpeluang menguncinya pada seri Brasil akhir pekan depan.