⌂ Beranda › Tren › Tercatat di Data Perdagangan, Sawit Indonesia Ternyata Diekspor ke Israel
Tren

Tercatat di Data Perdagangan, Sawit Indonesia Ternyata Diekspor ke Israel

Tercatat di Data Perdagangan, Sawit Indonesia Ternyata Diekspor ke Israel
Perkebunan kelapa sawit di Indonesia. • Wikimedia Commons / Rasyid Ridha
A A Ukuran Teks16px

Tidak banyak yang menyangka, data perdagangan resmi mencatat sawit Indonesia mengalir ke Israel—negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Indonesia, sementara Indonesia selama ini konsisten menyuarakan dukungan bagi kemerdekaan Palestina.

Menurut data Kementerian Pertanian yang bersumber dari BPS, pengiriman sawit dan produk terkait ke Israel mencapai 29.605,14 ton senilai US$28,06 juta pada 2023. Angka itu kemudian bergerak turun: 22.357,01 ton senilai US$22,46 juta pada 2024 dan 19.487,43 ton pada 2025. Pada delapan bulan pertama 2026, volumenya tercatat 10.405,54 ton dengan nilai US$12,34 juta, meski periode yang belum genap setahun ini tidak dapat dibandingkan langsung dengan data tahunan.

Dua Sumber, Dua Angka

Database WITS Bank Dunia, khusus untuk HS 151190 berupa minyak sawit refined dan fraksi cair, mencatat ekspor 2025 sebesar US$21,598 juta atau kurang lebih 19.185 ton. Angkanya tidak sama persis dengan Kementan karena cakupan kategori komoditas yang dihitung kedua lembaga berbeda.

Di luar sawit, gambaran perdagangannya lebih besar lagi. UN Comtrade sebagaimana dikutip Trading Economics mencatat total ekspor Indonesia ke Israel pada 2025 sekitar US$250,18 juta. Kontributor terbesarnya adalah lemak dan minyak hewani-nabati beserta turunannya (US$56,06 juta), diikuti peralatan listrik dan elektronik (US$28,07 juta), kertas dan karton (US$26,17 juta), alas kaki (US$21,37 juta), kakao dan olahannya (US$19,30 juta), serat stapel buatan (US$18,95 juta), serta bahan kimia organik (US$7,90 juta). Pakaian, kayu, furnitur, kopi, teh, hingga rempah turut tercatat.

Kelapa pun masuk daftar. Ekspor kelapa ke Israel pada Januari–Agustus 2026 mencapai 4.859,61 ton senilai US$8,45 juta, membuat gabungan nilai sawit dan kelapa pada periode itu berada di kisaran US$20,79 juta.

Lewat Negara Ketiga, Tanpa Larangan Menyeluruh

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru