⌂ Beranda › Tren › James Gunn dan Prinsip DCU: Satu Kisah Dulu, Semesta Kemudian
Tren

James Gunn dan Prinsip DCU: Satu Kisah Dulu, Semesta Kemudian

James Gunn dan Prinsip DCU: Satu Kisah Dulu, Semesta Kemudian
James Gunn Ungkap Posisi Serial Spin-off Superman dalam Garis Waktu DCU
A A Ukuran Teks16px

James Gunn tidak ingin DC Universe berubah menjadi teka-teki yang hanya bisa dinikmati bila penonton sudah menonton segalanya. Baginya, satu kisah yang bagus lebih penting daripada peta semesta yang rapi.

Pernyataan itu muncul setelah warganet mengkritik arah DCU yang dinilai tidak mengarah ke cerita crossover. Gunn, salah satu bos DC Studios, menjawab lewat Threads pada Sabtu, 24 Oktober 2026, bahwa ia sangat setuju dengan pandangan bahwa semesta tidak harus selalu dibangun sebagai fondasi yang sepenuhnya saling terhubung.

Menurut Gunn, DCU adalah semesta alternatif yang bisa dimasuki dari titik atau waktu mana pun. Ia membandingkannya dengan Star Wars, yang selama setengah abad bercerita melalui film, serial, gim, dan buku tanpa membuat setiap kisah bergantung pada kisah lain.

Superman dan Man of Tomorrow sebagai Contoh

Prinsip itu bukan berarti meniadakan kesinambungan. Gunn mencontohkan saga Superman yang dimulai dari film Superman dan berlanjut ke Man of Tomorrow, dengan karakter-karakter yang diperkenalkan di cerita lain.

Namun cerita lain tidak boleh direduksi menjadi sekadar pengantar. Setiap cerita harus punya nilai sendiri, terlepas dari ke mana ia mengarah.

Film Bukan Hasil Voting Publik

Soal Clayface, Gunn sebelumnya sudah menjawab kritik tajam atas keputusan membuat film tentang karakter yang lebih niche itu sebelum rilis bioskopnya. Ia ingin Clayface dinikmati sebagai film horor yang bagus dan menghibur, bukan sebagai teka-teki soal kemunculan tokoh itu tiga film kemudian.

Lebih jauh, Gunn mempertanyakan logika pembuatan film berdasarkan keinginan publik semata. Dalam komentar yang kini sudah dihapus, ia menyebut Hollywood bukan tempat di mana satu-satunya cara membuat film adalah lewat voting publik atas kekayaan intelektual yang sudah sering dilihat. Siapa yang meminta Back to the Future, Casablanca, atau The Matrix dibuat, tanyanya. Proyek Clayface, tegasnya, muncul murni dari ide dan inspirasi para kreatornya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru