Yang membuat episode ini ramai adalah dugaan di dalam cerita bahwa kematian Santi sebenarnya dibunuh dan direkayasa oleh Edo, melibatkan polisi, dokter, hingga klinik palsu menurut alur cerita, ditambah guna-guna untuk keluarga Santi. Edo lalu diceritakan bertobat dan meninggal beberapa hari kemudian, meninggalkan surat berisi kronologi. Seluruhnya adalah bahan cerita horor yang beredar, bukan klaim fakta.
Perdebatan Netizen: Lebih Seram dari Tragedi Rafting?
Sebagian warganet membandingkannya dengan kisah rafting di Kota Batu yang dibawakan Nadia Omara pada 19 April 2026. Kisah itu adalah peristiwa nyata: 18 peserta dengan 5 perahu di Desa Torongrejo, satu perahu terbalik karena arus deras usai hujan di hulu, dan 4 orang berinisial NK, ID, RKA, dan LA meninggal dunia. Artikel sumber hanya melempar pertanyaan apakah Part 400 lebih seram, tanpa memberi kesimpulan — jadi perdebatan itu murni perbincangan netizen, dan tragedi rafting tetap peristiwa duka nyata yang harus disikapi dengan hormat.
Adapun arti kata "Pulang" pada judulnya, artikel sumber tidak menjelaskannya sama sekali. "Pulang" hanya menjadi judul episode, dan maknanya dibiarkan menggantung di benak penonton.