Kata kunci "macbook pro" melesat di Google Trends Indonesia pada Jumat pagi, 30 Oktober 2026, dan penyebabnya bukan sekadar laptop baru. Apple baru saja melakukan sesuatu yang dulu dianggap tabu: memberi layar sentuh pada MacBook.
Selama bertahun-tahun, Apple kukuh pada pendirian bahwa Mac tidak butuh layar sentuh. Steve Jobs pernah menolak gagasan itu dengan alasan ergonomi. Kini pendirian tersebut resmi ditinggalkan lewat MacBook Pro terbaru yang diperkenalkan dalam acara Apple di Los Angeles.
Laptop ini memakai layar PROLED XDR dengan teknologi tandem OLED. Kecerahan puncaknya mencapai 2.000 nits, kontrasnya 10.000.000:1, dan sensor sentuh ditanam langsung ke panel layar. Artinya pengguna bisa mengetuk, menggeser, dan mencubit layar untuk memperbesar, tanpa perangkat tambahan.
Spesifikasinya pun kelas berat: chip M5 Pro dan M5 Max, ukuran 14 inci dan 16 inci, warna Space Black dan Silver, RAM terpadu hingga 128 GB, penyimpanan hingga 16 TB, tiga port Thunderbolt 5, Wi-Fi 7, Bluetooth 6, dan kamera 12 megapiksel Centre Stage.
Kenapa kabar ini ramai di Indonesia
Selain karena faktor "pertama kali", harga menjadi sorotan. Di Amerika Serikat, model 14 inci dijual mulai US$2.899 (sekitar Rp52,6 juta) dan model 16 inci mulai US$3.399 (sekitar Rp61,7 juta). Angka itu langsung memicu perbincangan soal berapa harga resminya nanti di Indonesia.
Jawabannya: belum ada. Apple belum mengumumkan harga maupun jadwal penjualan resmi untuk pasar Indonesia. Jadi, angka dolar di atas baru sebatas gambaran, bukan harga yang akan Anda temui di toko resmi.
Yang jelas, MacBook Pro kini memasuki babak baru. Setelah puluhan tahun menolak layar sentuh, Apple akhirnya mengakui bahwa sebagian pengguna memang menginginkannya — dan tren pencarian pagi ini menunjukkan banyak orang Indonesia yang penasaran dengan babak baru tersebut.