⌂ Beranda › Tren › Nama Darmawangsyah Muin Trending: Ini Kronologi Pergantian Bupati Gowa hingga Pelantikan
Tren

Nama Darmawangsyah Muin Trending: Ini Kronologi Pergantian Bupati Gowa hingga Pelantikan

Nama Darmawangsyah Muin Trending: Ini Kronologi Pergantian Bupati Gowa hingga Pelantikan
VIRAL! Tenda Bupati Jombang Bubar Gegara Angin Kencang! Kegiatan Acara Langsung Acakadul dan Berakhir, Gimana Ceritanya? • PEXEL
A A Ukuran Teks16px

Nama Darmawangsyah Muin mendadak menjadi salah satu pencarian terpopuler di Google Trends Indonesia pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Penyebabnya jelas: sehari sebelumnya, ia resmi dilantik sebagai Bupati Gowa, menutup rangkaian panjang pergantian kepemimpinan di kabupaten tersebut.

Apa sebenarnya yang terjadi di Gowa hingga pergantian bupati ini begitu menyita perhatian? Berikut kronologi singkatnya, dari kemenangan Pilkada hingga pelantikan bupati baru.

Dari Kemenangan Pilkada hingga Pemberhentian

Sitti Husniah Talenrang mencatat sejarah pada Pilkada 2024 sebagai perempuan pertama yang terpilih menjadi Bupati Gowa. Ia dilantik pada Februari 2025. Namun, pemerintahannya tidak berjalan mulus. Pada Juli 2026, DPRD Gowa mengajukan hak angket atas sejumlah perkara, yang berujung pada usulan pemberhentian dari jabatannya.

Usulan itu kemudian dikuatkan oleh Mahkamah Agung melalui putusan Nomor 1 P/UP/2026. Salah satu perkara yang disorot adalah dugaan penyimpangan program seragam sekolah gratis tahun 2025, termasuk temuan aliran dana Rp600 juta dari pemasok ke rekening pribadi seseorang yang disebut dekat dengan Husniah. Husniah sendiri sempat membantah tudingan tersebut dalam rapat paripurna DPRD.

Kementerian Dalam Negeri kemudian memberhentikan Husniah dari jabatan bupati. Pada 26 Oktober 2026, ia ditahan penyidik setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemerasan dan suap terkait perizinan serta tindak pidana pencucian uang, dengan masa penahanan 20 hari.

Apa Selanjutnya untuk Gowa?

Pada 28 Oktober 2026, Darmawangsa Muin dilantik sebagai bupati definitif. Pekerjaan pertamanya: mengisi kekosongan kursi wakil bupati. Ia menyatakan akan mengomunikasikan hal itu dengan partai-partai politik pendukung, sementara Gerindra Sulawesi Selatan menegaskan prosesnya mengikuti mekanisme partai pengusung dan DPRD.

Di luar soal wakil bupati, tantangan yang menanti adalah memulihkan jalannya pemerintahan dan kepercayaan publik. Setelah berbulan-bulan diwarnai konflik, warga Gowa kini menanti bukti nyata: pelayanan publik yang berjalan, program yang berlanjut, dan pemerintahan yang stabil.

Pelantikan ini memang menutup satu babak, tetapi babak berikutnya baru saja dimulai. Nama wakil bupati, susunan kerja pemerintahan, dan langkah seratus hari pertama Darmawangsa akan menjadi sorotan selanjutnya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru