⌂ Beranda › Tren › Neymar Kena Skorsing Gara-Gara Tutup Mulut, Absen Tiga Laga dan Baru Balik Akhir November
Tren

Neymar Kena Skorsing Gara-Gara Tutup Mulut, Absen Tiga Laga dan Baru Balik Akhir November

Neymar Kena Skorsing Gara-Gara Tutup Mulut, Absen Tiga Laga dan Baru Balik Akhir November
Neymar Al Hilal
A A Ukuran Teks16px

Neymar menjadi pembicaraan hangat setelah pengadilan olahraga Brasil menjatuhkan skorsing kepadanya. Kapten Santos itu dilarang bermain dua pertandingan karena menutup mulut saat berdebat dengan lawan, dan dengan satu larangan akumulasi kartu, total ia absen tiga laga.

Kasusnya bermula pada laga Santos melawan Bahia akhir pekan lalu yang berakhir 1-1. Neymar bersitegang dengan gelandang Bahia Rodrigo Nestor sambil menutupi mulutnya, kemudian dikartu merah. Menurut laporan wasit, usai diusir ia bahkan berlari ke arah bangku tim tamu untuk konfrontasi hingga harus ditenangkan rekan setimnya.

Pengadilan olahraga Brasil (STJD) memutuskan pada Rabu, 28 Oktober 2026, bahwa tindakan itu melanggar protokol yang dikenal sebagai aturan Vini Jr. Protokol ini melarang pemain menutup mulut saat konfrontasi, dan dinamai dari Vinícius Júnior yang awal tahun ini menuduh lawan menghina rasial sambil menutupi mulut dengan jersey di Liga Champions.

Derby Tanpa Sang Kapten

Dampak langsungnya terasa pada derby melawan Palmeiras. Neymar menjalani larangan akumulasi kartu kuning pada laga Rabu di Vila Belmiro itu, lalu menyusul dua laga tambahan dari sanksi tribunal. Ia diperkirakan baru kembali pada akhir November, dan Santos masih bisa mengajukan banding atas putusan tingkat pertama ini.

Absennya Neymar jelas merugikan Santos di pengujung musim. Meski musim 2026-nya diganggu cedera, ia tetap mencetak delapan gol dalam 15 penampilan di Serie A, dan kehadirannya di laga besar seperti derby selalu menjadi pembeda.

Kenapa Kasus Ini Ramai

Lebih dari sekadar skorsing, kasus ini menyentuh isu yang sensitif di sepak bola Brasil: perang melawan rasisme. Protokol Vini Jr dibuat agar ucapan di lapangan bisa dibaca lewat kamera dan tidak ada hinaan yang tersembunyi di balik tangan atau jersey.

Kini, ketika pemain sebesar Neymar yang terkena sanksi, perdebatan pun melebar: apakah aturan ini diterapkan secara adil, dan apakah banding akan mengubah nasib sang kapten. Jawabannya akan menentukan bukan hanya nasib Santos, tetapi juga wibawa aturan itu sendiri.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru