Film horor terbaru Netflix, The Last House, mengangkat kisah keluarga yang terjebak di rumah mereka sendiri.
Mereka harus bertahan melawan sumber daya yang menipis dan makhluk misterius di luar.
Sutradara Louis Letterier mengungkapkan bahwa ia memilih efek praktis daripada CGI untuk menciptakan realisme. Ia bahkan menyebut dirinya 'gila' karena menuntut semua elemen dibuat nyata.
Dalam wawancara dengan ComicBook, Letterier menjelaskan bahwa rumput, pohon, air, dan hewan di film semuanya asli. Menurutnya, ini adalah pengalaman tersulit dalam kariernya, tetapi penuh kegembiraan.
Tantangan Mengarahkan Hewan Asli
Letterier mengakui bahwa mengarahkan hewan bukan hal mudah. Ia menyebut golden retriever lebih mudah, tetapi rubah, ferret, dan sigung jauh lebih sulit.
Ia juga bercanda tentang tupai bernama George yang bersikap seperti diva dan cukup jahat. Meski begitu, semua hewan tersebut 100 persen asli tanpa CGI.
Kesuksesan syuting juga bergantung pada dedikasi para aktor, termasuk anak-anak yang belum pernah bermain di film. Letterier meminta maaf karena proses syuting tidak nyaman seperti biasanya.
The Last House menawarkan pengalaman horor yang menegangkan dengan efek praktis yang mengesankan. Film ini menjadi bukti bahwa pendekatan tradisional masih relevan di era digital.