Franchise horor Halloween dikenal sebagai salah satu yang paling ikonik.
Sejak film orisinalnya tayang pada 1978, kisah Michael Myers terus hidup, seringkali bangkit dari kegagalan kritis maupun komersial.
>>> Matt Dinniman: Jeff Hays adalah Satu-satunya Pilihan untuk Princess Donut
Namun, di balik status legendarisnya, franchise ini terjebak dalam siklus reebot, retcon, dan timeline alternatif yang melelahkan.
Hal ini membuat penggemar bertanya-tanya kapan seri ini akan menemukan arahnya kembali.
Identitas yang Hilang di Era 90-an
Menjelang era 1990-an, franchise Halloween mengalami krisis identitas.
Masalah ini sudah berakar sejak akhir Halloween 2 (1982), yang seharusnya mengakhiri cerita Michael Myers dan Laurie Strode.
John Carpenter dan Debra Hill, penulis kedua film orisinal, sempat ingin mengubah arah franchise menjadi seri antologi.
Halloween 3: Season of the Witch (1982) bahkan tanpa Michael Myers, menampilkan cerita tentang topeng jahat yang bernuansa fiksi ilmiah dan supranatural, namun tidak diterima baik oleh penggemar.
Pola awal untuk kembali ke akar mulai terlihat ketika Halloween 4: The Return of Michael Myers (1988) mengabaikan Halloween 3 dan melanjutkan cerita dari Halloween 2.
Fokus kembali pada putri Laurie Strode dan konspirasi kultus supranatural.
Dua sekuel berikutnya semakin memperkuat elemen supranatural, membuat franchise ini semakin sulit dikenali. Hingga dekade 90-an, film-film Halloween kehilangan arah dan jati dirinya.
Pola Reboot Tanpa Akhir
28 tahun lalu, Halloween: H20 (1998) hadir sebagai reboot penuh pertama franchise ini. Film ini merupakan sekuel langsung dari Halloween 2, mengabaikan semua film setelahnya.
Jamie Lee Curtis kembali memerankan Laurie Strode, yang masih dihantui trauma masa lalu. Ia kini menjadi kepala sekolah di akademi tempat putranya bersekolah.
>>> 10 Komik 'The Far Side' yang Kontroversial dan Memicu Perdebatan
Tak lama, Michael Myers kembali meneror Laurie dan para siswa.
Kemenangan telak Laurie yang berhasil memenggal Michael Myers dengan kapak, ironisnya, menjadi kutukan bagi masa depan franchise.