Sebuah film animasi fantasi yang dirilis pada tahun 1994 sempat mengalami kegagalan besar di box office bioskop.
Film tersebut menelan biaya produksi lebih dari $20 juta namun hanya meraup pendapatan yang sangat rendah saat penayangan perdananya.
Meskipun tayang di lebih dari 1.400 bioskop di seluruh negeri, hasil akhirnya jauh dari perkiraan awal.
Kehadirannya di bioskop langsung tersaingi oleh dominasi film-film animasi lain yang dirilis pada masa kejayaan studio besar saat itu.
Perjalanan Menuju Kesuksesan Lewat Format Video
Kegagalan di bioskop ternyata tidak menghentikan perjalanan kisah sang putri dan pangeran tersebut.
Setelah beralih ke media VHS, film ini justru menemukan penonton setia yang menontonnya berulang kali di rumah.
Format video memberikan waktu bagi penonton anak-anak untuk menemukan dan menikmati cerita tersebut bertahun-tahun kemudian.
Pencapaian ini membawa film tersebut menjadi salah satu judul non-Disney terlaris di era 1990-an pada sektor video rumahan.
Popularitas jangka panjang ini bahkan berlanjut hingga melahirkan 11 sekuel direct-to-video bagi para penggemar setianya.
