Spider-Man: Brand New Day (2026) telah tayang di bioskop dan menjadi film keempat dalam seri Spider-Man saat ini.
Film ini mendapat pujian atas cerita yang emosional dan konsekuensi nyata bagi Peter Parker.
>>> Serial Batman Matt Reeves di Prime Video Jadi Contoh untuk James Gunn
Namun, di balik kesuksesan itu, film ini juga memunculkan kembali masalah lama: penggambaran Bruce Banner dan Hulk di Marvel Cinematic Universe (MCU).
Mark Ruffalo kembali berperan sebagai Bruce Banner, tetapi perannya di film ini justru memperkuat tren yang membuat penggemar kecewa.
Kemunculan Bruce Banner di Brand New Day
Dalam Spider-Man: Brand New Day, Bruce Banner muncul sebagai profesor di Empire State University. Ia memakai alat di lengannya yang berfungsi sebagai inhibitor untuk mencegahnya berubah menjadi Hulk.
Inhibitor ini pernah terlihat di Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings (2021), saat Bruce menggunakannya untuk menyembuhkan luka lengannya.
Namun, di film itu, ia sudah kembali menjadi Smart Hulk setelah lukanya sembuh.
Film tidak menjelaskan mengapa Bruce kembali memakai inhibitor dan hidup sebagai manusia biasa. Yang jelas, ia kembali berbicara tentang Hulk sebagai monster yang harus ditakuti.
Bahkan, Bruce memberi peringatan kepada Peter Parker: jika melihatnya tanpa inhibitor, sebaiknya lari menjauh.
Ini menunjukkan bahwa MCU masih memandang Hulk sebagai ancaman, bukan sebagai bagian dari diri Bruce.
Masalah dengan Penggambaran Hulk di MCU
Sejak Avengers: Endgame (2019), MCU memperkenalkan Smart Hulk, yang menggabungkan kecerdasan Bruce dengan kekuatan Hulk. Namun, penggambaran ini dianggap sebagai jalan pintas untuk menghindari kompleksitas karakter.
Dalam komik Marvel, Bruce Banner memiliki Dissociative Identity Disorder (DID), kondisi mental yang kompleks akibat trauma masa kecil.
Hulk adalah alter ego yang muncul untuk melindungi Bruce dari ayahnya yang kejam.