MCU tidak pernah secara resmi mengakui DID ini. Mereka lebih sering menyebut Hulk sebagai "si dia yang lain" atau "alter ego", tanpa menggali lebih dalam.
Akibatnya, Hulk selalu digambarkan sebagai monster yang tidak bisa mengendalikan amarahnya.
Padahal, dalam komik, Hulk adalah sosok yang protektif dan baik hati. Ia menjadi agresif karena bertahun-tahun ditekan dan disalahpahami.
Selain itu, Bruce juga memiliki alter lain seperti Joe Fixit dan Devil Hulk.
Smart Hulk sebenarnya bisa dilihat sebagai penggabungan kepribadian, yang juga terjadi pada penderita DID. Namun, MCU tidak membingkainya seperti itu.
Mereka justru menampilkan Smart Hulk sebagai Bruce dengan tubuh Hulk, sehingga Bruce bisa menjadi pahlawan tanpa harus berurusan dengan amarah Hulk.
Di Spider-Man: Brand New Day, tren ini berlanjut. Bruce kembali memakai inhibitor, dan Hulk hanya muncul saat Jean Grey menggunakan telepatinya untuk memaksanya berubah.
Hulk digunakan untuk memperkuat pertarungan akhir, tetapi tidak lebih dari itu.
Cara Peter berbicara tentang Hulk juga menunjukkan bahwa MCU masih menganggapnya monster. Hulk hanya berhenti bertarung ketika mengenali Peter sebagai teman.
Penggambaran yang berulang ini dianggap merugikan karakter Bruce Banner dan Hulk. MCU gagal mengeksplorasi kesehatan mental Bruce dan hubungannya dengan alter egonya.
Akibatnya, Bruce hanya menjadi penasihat, dan Hulk hanya menjadi senjata untuk pertarungan besar.
>>> Kevin Feige Bocorkan Kemunculan Spider-Man Berikutnya di MCU
Sebagai salah satu Avengers asli yang tersisa, Bruce dan Hulk layak mendapatkan perlakuan yang lebih baik. Penggemar berharap MCU akhirnya menghormati kompleksitas karakter ini.