Waralaba Fast & Furious telah meraup lebih dari 7 miliar dolar AS di box office global, dengan puncaknya Furious 7 yang meraih 1,5 miliar dolar AS pada 2015.
Meski film utama terakhir, Fast Forever, belum jelas kapan rilis, Fast X yang kurang sukses di dalam negeri tetap menghasilkan lebih dari 700 juta dolar AS secara global.
>>> Kevin Feige Bocorkan Kemunculan Spider-Man Berikutnya di MCU
Penggemar menyukai aksi mobil yang konyol dan momen heroik Vin Diesel yang sering berlebihan.
Dengan basis penggemar yang besar, waralaba ini seharusnya menghasilkan banyak spin-off.
Namun, hingga kini hanya ada satu spin-off yang dirilis, tepatnya tujuh tahun lalu, dan itu lahir dari perseteruan sengit antara dua bintang terbesarnya.
Hobbs & Shaw: Upaya Spin-off yang Cerdas
Film tersebut adalah Fast and Furious Presents: Hobbs and Shaw, yang mempertemukan Luke Hobbs (Dwayne Johnson) dan Deckard Shaw (Jason Statham).
Keduanya awalnya adalah antagonis di waralaba ini; Hobbs adalah mantan agen DSS yang memburu Dom di Fast Five, sementara Shaw adalah penjahat yang dituduh membunuh Han Lue.
Persaingan di layar lebar mereka menjadi konsep spin-off yang menarik, dan konflik di belakang layar juga turut mendorong pembuatannya.
Pada 2019, saat Hobbs and Shaw dirilis, Fast & Furious berada di puncak popularitas.
Furious 7 dan The Fate of the Furious sama-sama menembus 1 miliar dolar AS, sehingga masuk akal jika waralaba ini mencoba bercabang.
Dengan bintang sekelas Johnson dan Statham, ditambah Idris Elba, Vanessa Kirby, Helen Mirren, dan Eiza González, film ini sukses secara komersial dengan pendapatan lebih dari 750 juta dolar AS.
Namun, banyak penggemar menilai film ini kurang memuaskan dibandingkan seri utamanya.
Perseteruan Dwayne Johnson dan Vin Diesel
Meski spin-off tampak masuk akal secara finansial, perseteruan antara Vin Diesel dan Dwayne Johnson ikut berperan dalam terciptanya Hobbs and Shaw.