Serial terbaru Hulu, Furious, mendapat pujian karena berhasil menghindari jebakan umum dalam genre drama kejahatan: sensasionalisme.
Dalam wawancara dengan CBR, para pemeran Scoot McNairy, Quincy Tyler Bernstine, dan Jake Lacy menjelaskan bagaimana showrunner Elizabeth "Liz" Meriwether menciptakan cerita yang bernuansa dan tidak memaksakan penilaian moral kepada penonton.
>>> Emmy Rossum Pelajari Beban Psikologis FBI untuk Peran di Furious
Furious mengikuti agen FBI Alice Black (Emmy Rossum) yang memburu seorang pembunuh berantai perempuan yang menargetkan pria berkuasa yang mengeksploitasi anak perempuan dan wanita muda.
Ambigu Moral Tanpa Menghakimi
McNairy menekankan bahwa serial ini fiktif, meskipun memiliki kemiripan dengan dunia nyata.
"Cerita ini mengeksplorasi ide-ide dan area abu-abu tanpa pernah memberi tahu Anda apa yang harus dipikirkan," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penonton akan merasakan suka, benci, lalu berempati lagi terhadap karakter yang sama dalam beberapa episode.
Bernstine memuji tulisan Meriwether yang cermat dan sensitif dalam menangani topik berat seperti pembunuhan, kekerasan seksual, dan penyalahgunaan zat.
"Dia sangat pandai mengambil materi sulit dan menciptakan cerita yang mendekatinya dengan hormat," kata Bernstine.
>>> 5 Pahlawan Marvel dengan Aturan Tidak Membunuh Seketat Batman, Nomor 1 Lebih Ketat
Ia juga menyoroti humor alami dalam serial yang membantu menyeimbangkan materi tergelap.
Karakter Kontroversial Marshall
Jake Lacy memerankan Marshall, mantan kekasih Alice yang tampak baik di depan umum tetapi melakukan kekerasan di belakang pintu tertutup.
Lacy mengaku selalu mencari ketakutan terbesar karakternya untuk memahami pilihan mereka.
Ia menilai sisi performatif Marshall bukan untuk memanipulasi, melainkan mekanisme bertahan hidup.
"Dia berpikir, 'Aku harus menjadi pria baik ini. Mungkin aku tidak, tapi ini yang diperlukan untuk melanjutkan hidup,'" jelas Lacy.
>>> Serial Swamp Thing 1990: 72 Episode yang Tak Terlupakan
Episode baru Furious tayang setiap Senin di Hulu.